Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


2 Juta rumah bakal dibangun hingga 2014

Sumber: Bisnis Indonesia
21/01/2010

DPR setuju perubahan model subsidi

JAKARTA: Kemenpera yakin model subsidi baru melalui fasilitas likuiditas kredit rumah murah mampu menyediakan 2 juta unit hunian baru selama 5 tahun hingga 2014.
 

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan penyediaan hunian murah butuh terobosan baru untuk mengejar kekurangan kebutuhan hunian (backlog) yang terus membengkak setiap tahun hingga mencapai 7,4 juta unit pada 2009.

"Angka backlog itu selamanya tidak akan berkurang kalau tidak ada terobosan penyediaan hunian. Lembaga penyedia likuiditas kredit murah bisa mengatasi backlog secara bertahap," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi V DPR, kemarin.

Dia menuturkan Kemenpera saat ini tengah fokus dan mematangkan pembentukan lembaga penyedia likuiditas ini agar bisa segera beroperasi dalam beberapa bulan ke depan.

Lembaga ini berfungsi membantu likuiditas perbankan yang berminat menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga rendah, sekitar 6%-7% selama masa angsuran 15 tahun-20 tahun.

Menurut Suharso, potensi dana yang bisa terkumpul dari lembaga ini mencapai Rp12 triliun.

Dana tersebut berasal dari alokasi subsidi perumahan dalam APBN pada 2010 sebesar Rp3,1 triliun, tabungan perumahan PNS sebesar Rp3 triliun, dan sisanya Rp6 triliun berasal dari gabungan dana PT Jamsostek, Taspen, dan lembaga lain yang sejenis yang menghimpun tabungan perumahan.

Dia menjelaskan target penyediaan hunian 2 juta unit dalam 5 tahun itu berasal dari rumah sederhana sehat, dan rumah susun sederhana milik (rusunami) dan sewa (rusunawa), serta rumah swadaya.

"Kalau lembaga baru ini sudah terbentuk, ke depannya akan lancar. Sekarang masih dalam masa transisi dan sosialisasi."

Respons bank

Deputi Kemenpera Bidang Pembiayaan Tito Murbaintoro mengatakan sejumlah perbankan nasional seperti Bank BTN, BRI, dan BNI sudah memberikan respons positif terhadap skema pembiayaan perumahan yang baru.

Dia mengatakan perbankan akan lebih menyukai model baru ini dibandingkan dengan subsidi selisih bunga selama 3 tahun-4 tahun, karena prosesnya lebih mudah, cepat, dan akan meringankan beban konsumen.

Dalam rapat kerja kemarin, Komisi V DPR itu secara resmi menyetujui perubahan pola pemberian subsidi tersebut.

Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M. Said mengatakan perubahan pola subsidi yang lebih tepat sasaran diperlukan untuk memacu penyediaan hunian. Pola sekarang, kata dia, kurang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat karena memiliki banyak kelemahan.

"Kami setuju harus ada pembiayaan rumah murah untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah," katanya. (dadan.muhanda@bisnis.co.id)

Oleh A. Dadan Muhanda
Bisnis Indonesia

<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130