Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


2 Konsorsium Berebut Underwriter IPO BTN

08/09/2008
 
New Page 1 Oleh Jauhari Mahardhika JAKARTA - Dua konsorsium perusahaan sekuritas masuk daftar calon penjamin pelaksana emisi (lead underwriter) dalam rencana penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham PT Bank Tabungan Negara (BTN). PT CIMB-GK Securities merupakan satu-satunya calon lead underwriter yang bukan BUMN. Konsorsium pertama yang diusulkan menjadi calon lead underwriter IPO saham BTN adalah PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas. "Sedangkan konsorsium kedua merupakan gabungan antara PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB-GK Securities," kata sumber Investor Daily yang mengetahui rencana itu di Jakarta, Minggu (7/9). Managing Director Investment Banking Mandiri Sekuritas I Wayan Gemuh mengakui, pihaknya kini masih menunggu hasil seleksi underwriter IPO BTN. "Semula kami berharap penentuan pemenangnya pekan lalu, tapi ternyata belum final," kata dia kepada Investor Daily, kemarin. Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil baru akan mengumumkan secara resmi underwriter IPO saham kelima BUMN, termasuk BTN, pada pekan ini. Sebab, kementerian perlu mengadakan rapat terlebih dahulu dengan calon emiten untuk memfinalisasi rencana tersebut. Setelah itu, pihaknya berupaya memperoleh persetujuan dari DPR dalam waktu dekat. Namun, IPO saham BTN tetap mempertimbangkan kondisi pasar modal. Bank milik pemerintah itu berencana melepas 30% saham ke publik. Target perolehan dananya sekitar Rp 2 triliun. Namun, Dirut BTN Iqbal Latanro pernah mengatakan bahwa dana tersebut kemungkinan untuk ekspansi kredit tahun depan. Sebab, pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) telah mencukupi kebutuhan kredit tahun ini yang ditargetkan Rp 10,4 triliun. Selain itu, kata dia, IPO saham juga menunggu pulihnya pasar modal. Begitu juga dengan rencana penerbitan obligasi dan sekuritisasi aset yang masing-masing senilai Rp 1 triliun dan Rp 500 miliar. Sementara itu, hingga pertengahan 2008, pengumpulan dana melalui DPK mencapai Rp 26,3 triliun atau sudah melampaui target tahun ini senilai Rp 25,8 triliun. Prediksi Pasar Analis PT Reliance Securities Tbk Andrew Sihar mengatakan, IPO saham BTN sebaiknya dilakukan pada semester I atau II-2009. Dia memperkirakan, kondisi pasarmodal hingga akhir tahun ini belum kondusif untuk go public. "Pelaku pasar masih ragu untuk mengoleksi saham-saham di sektor perbankan karena sentimen kenaikan BI rate dan tingginya inflasi," ujar dia. Menurut Andrew, pasar finansial global dan domestik bakal pulih mulai semester I tahun depan, menyusul harapan pelaku pasar atas terbentuknya tim ekonomi dari pemerintahan baru Amerika Serikat (AS). Saat ini, kata dia, investor lebih selektif dalam berinvestasi. Itu pun dilakukan dalam jangka pendek supaya tidak terperosok dalam kejatuhan indeks.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130