Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


2008, Nilai Transaksi Perumahan Diprediksi Rp 26,9 Triliun

07/12/2007
 
New Page 1 JAKARTA- Nilai transaksi bisnis properti, subsektor perumahan secara nasional pada 2008 diprediksi mencapai Rp 26,97 triliun, atau naik 17% dibanding proyeksi tahun ini sebesar Rp 22,67 triliun. Jumlah unit rumah yang ditransaksikan pada 2008 diprediksikan sebanyak 219 ribu unit, lebih banyak dibanding tahun ini yang hanya pada kisaran 195,28 ribu unit. Hasil riset Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) menyebutkan, pembelian rumah melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) masih mendominasi transaksi perumahan nasional, dibandingkan dengan pembayaran secara tunai. Total nilai KPR dengan plafon di atas Rp 100 juta melalui bank swasta diperkirakan mencapai Rp 8,97 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan KPR subsidi. Namun, berdasarkan jumlah unitnya, jumlah transaksi rumah yang menggunakan fasilitas KPR subsidi BTN adalah yang terbanyak, yakni mencapai 120 ribu unit. Setelah itu diikuti KPR bank swasta sebanyak 48.500 ribu unit, KPR nonsubsidi 28.000 unit, sedangkan pembelian rumah melalui tunai untuk rumah menengah sebanyak 18.434 unit dan rumah besar 4.574 unit.. Menurut Direktur Eksekutif PSPI Panangian Simanungkalit, pasokan rumah di 14 provinsi pada 2008 bisa nencapai 175 ribu unit. Selain ke-14 provinsi pemasok utama rumah nasional itu, provinsi lannya hanya akan memasok 44 ribu unit rumah. Provinsi Jawa Barat akan menjadi pemasok terbesar, yakni sekitar 52.500 unit. Setelah itu diikuti oleh Banten (26.250 unit), Jawa Timur 923.100 unit), Riau dan Batam (11.550 unit), Sulawesi Selatan (10.112 unit), Jawa Tengah (9.975 unit), dan Sumatera Selatan (6.825 unit). Provinsi DKI Jakarta hanya memasok 6.530 unit, sedangkan Sumatera Utara 6.326 unit, Kalimantan Timur 5.600 unit, Kalimantan Selatan 4.830 unit, Sumatera Barat 4.410 unit, Sulawesi Utara 3.570 unit, dan Lampung 3.465 unit. "Nilai kapitalisasi seluruh subsektor properti nasional akan turun pada 2008, kecuali subsektor perumahan," kata Panangian.Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menambahkan, sektor perumahan tahun depan akan tumbuh signifikan karena ditopang kemungkinan turunnya kembali suku bunga KPR. Ali menilai, masyarakat Cenderung memperhitungkan tingkat suku bunga KPR dan inflasi sebelum memutuskan membeli rumah. "Kondisi saat ini masih belum cukup menarik bagi masyarakat untuk membeli rumah. Sebab, turunnya BI rate dan inflasi tidak langsung direspons oleh perbankan dengan menurunkan suku bunga KPR secara signifikan," ujar Ali. Sementara itu, melihat bisnis perumahan yang terus tumbuh, BTN akan menggenjot penyaluran KPR bagi rumah sederhana sehat pada 2008. Tidak tanggungtanggung, modal yang disiapkan bank pelat merah tersebut mencapai Rp 10,4 triliun, naik Rp 2,5 triliun dibanding tahun ini yang hanya sebesar Rp 7,9 triliun. Tahun depan, BTN menargetkan penyaluran kredit RSH bagi 125 ribu unit rumah, sedangkan untuk tahun ini bagi 100 ribu unit RSH. (her) (Investor Daily Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130