Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


2012, BTN akan Terbitkan KIK EBA Rp 1 Triliun

Sumber: Investor Daily, 18 November 2011
22/11/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menerbitkan kembali kredit investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) mencapai Rp 1 Triliun pada semester II-2012. Hingga kini, perseroan telah menerbitkan KIK EBA mencapai Rp 1,49 Triliun.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menerbitkan kembali kredit investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) mencapai Rp 1 Triliun pada semester II-2012. Hingga kini, perseroan telah menerbitkan KIK EBA mencapai Rp 1,49 Triliun.

Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengatakan, dana hasil penerbitan KIK EBA tersebut akan digunakan untuk mendukung kredit pemilikan rumah (KPR) BTN. "Jika kondisi pasar global mendukung, kami berencana menerbitkan KIK EBA hingga Rp 1 Triliun tahun depan," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/11).

Dia menambahkan, perseroan baru melaksanakan sekuritisasi aset mencapai Rp 2 Triliun dari total outstanding piutang KPR mencapai Rp 58 Triliun. Minimnya penerbitan KIK EBA akibat daya serap pasar yang masih rendah. Oleh karena itu, pihaknya berniat memperluas investor KIK EBA.

Guna memperluas basis investor produk sekuritisasi aset ini, menurut dia, BTN akan meminta departemen keuangan untuk memperbolehkan semua perusahaan asuransi menempatkan dananya pada KIK EBA. Selama ini, pembelian KIK EBA baru dilakukan asuransi BUMN, yaitu Jamsostek dan Taspen.

Kemarin, BTN mencatatkan KIK EBA keempat (DBTN02) senilai Rp 703 Miliar dengan kupon sekitar 8,75%. KIK EBA ini memanfaatkan underlying asset tagihan KPR BTN. Penerbitan KIK EBA DBT No2 bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai arranger dan pembeli siaga (standby buyer) hingga Rp 200 Miliar.

Sedangkan, pejamin emisi (joint lead underwriter) Banana Securities, CIMB Securities, Danareksa Securities, Mandiri Sekuritas, dan Viktoria Sekuritas. BTN juga menetapkan PT Danareksa Investment Management sebagai manager investasi dan PT Bank Mandiri sebagai bank kustodian.

Nilai emisi Total KIK EBA DBTNo2 lebih rendah dari rencana semula Rp 1 Triliun akibat tidak kondusifnya pasar saham setelah dilanda sentimen negatif krisis keuangan Eropa. "Kami menilai total dana yang dihimpun dari penerbitan KIK EBA DBTN02 sudah sangat baik, jika dilihat kurang kondusimya pasar saham sekarang," ungkap Evi.

Dia menambahkan, dana hasil penerbitan KIK EBA DBTN02 akan digunakan untuk mendariai penyaluran KPR. Dana jangka panjang ini juga diharapkan mampu mengatasi masalah ketidakcocokan pendanaan dengan pembiayaan (maturity mismatch) KPR.

Menurut Evi, pihaknya berharap masuknya dana murah bersifat jangka panjang ini bisa menekan bunga KPR, sehingga meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah. "Kami berharap basis investor produk ini lebih banyak hingga pemodal ritel," imbuhnya.

Direktur Danareksa Investment Zulfa Hendri mengatakan, underlying asset DBTN02 menggunakan piutang KPR baik, karena ditentukan berdasarkan 32 kriteria.

Di antaranya, setiap KPR sudah tercatat dalam buku kreditur minimal 12 bulan, memiliki rasio pinjaman terhadap nilai aset tidak lebih dari 90%, jangka waktu tidak melebihi 15 tahun, dan waktu tersisa atas umur setiap KPR tidak kurang dari 36 bulan.

Sementara itu, Direktur Sarana Multigriya Raharjo Hadi Santoso mengatakan, penerbitan KIK EBA diharapkan mampu mempercepat pembiayaan perumahan, sehingga banyak orang mendapatkan rumah layak huni. "Biaya KPR bisa semakin terjangkau," ungkapnya. (c12)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130