Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


3.600 Rumah BTN Terancam Lumpur Lapindo

15/12/2006
 
New Page 1 JAKARTA-Sedikitnya 3.600 unit rumah di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang dibiayai melalui kredit pemilikan rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (BTN) terancam genangan luapan lumpur yang berasal sumur pengeboran minyak PT Lapindo Brantas Inc. Ribuan rumah yang telah terbangun sejak lima tahun lalu itu berada di sedikitnya empat komplek perumahan. "Nilai KPR 3.600 unit rumah tersebut sekitar Rp 70 miliar. Kalau terendam lumpur, hampir dipastikan KPR senilai Rp 70 miliar terancam hangus. Kecuali kalau Lapindo Brantas bersedia membayar ganti rugi," ujar Direktur Kredit BTN Siswanto di Jakarta, Kamis (14/12). Dia mengatakan, sebenarnya rumah yang dibiayai KPR BTN tersebut masuk ke dalam ring tiga dari pusat semburan lumpur. Sebelumnya, Kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya menyatakan, enam kecamatan di Kabupaten Sidoarjo dalam pantauan khusus BI. Ke enam kecamatan tersebut adalah Porong, Tanggulangi^ Jabon, Krembung, Tulangan, dan Candi. Pemimpin KBI Surabaya Lucky Fathul AH juga telah meminta bank untuk tidak menolak pengucuran KPR apabila warga tidak tinggal di luar enam kecamatan tersebut. Rumah Menengah Siswanto mengungkapkan sebagian besar rumah yang difasilitasi melalui KPR BTN tersebut adalah tipe menengah dan lokasinya lebih dekat ke arah Surabaya. Apabila rumah tersebut akhirnya terendam lumpur, kata dia, rumah tersebut tidak bisa diklaim kepada pihak asuransi. "Peristiwa tersebut termasuk kejadian di luar dugaan (force majeur), tidak seperti bencana kebakaran," katanya. Dia melanjutkan, apabila nantinya rumah-rumah tersebut terendam lumpur, tidak tertutup kemungkinan akan ada semacam keringanan berapa perpanjangan cicilan KPR (grass period). "Bergantung pada ondisinya, tetapi dapat ditunda sampai setahun," jelas Siswanto. Siswanto berharap, Lapindo Brantas bertanggungjawab untuk mengganti kerugian jika rumah-rumah yang dibiayai BTN tersebut terendam lumpur. "Pihak Lapindo seharusnya ikut memikirkan nasib para pemilik rumah yang saat ini masih mencicil kewajibannya kepada BTN. Coba bayangkan, bagaimana mereka haras menyisihkan penghasilannya sekian tahun untuk mencicil rumah, tetapi kemudian tidak dapat ditinggali karena lumpur," tegas dia.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130