31 Tahun, BTN Salurkan Kredit Rp 52,1 Triliun
JAKARTA-Sejak beroperasi pada 1976, PT Bank Tabungan Negara (BTN) hingga 17 September 2007 sukses menyalurkan kredit sebesar Rp 52,1 triliun. Sedangkan jumlah debitur tercatat 2.546.403. Dari jumlah kredit itu, rumah bersubsidi (RSH) menyerap Rp 19,2 triliun
dengan jumlah rumah 1.902.417 unit. "Untuk tahun ini dari target kredit senilai Rp 7,4 triliun, hingga 17 September lalu telah terealisasi Rp 4,9 triliun. Sebesar Rp 2,3 triliun disalurkan untuk RSH dengan jumlah rumah 62.536 unit," kata Direktur BTN Siswanto
di, sela penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BTN dan Yayasan Sampoerna Foundation di Jakarta, Rabu (19/9). Kerja sama tersebut menjalankan program peran sosial perusahaan {corporate social responsibility /CSR) BTN. Siswanto mengatakan, dua tahun
ke depan pihaknya menargetkan pemberian kredit perumahan senilai Rp 20,27 triliun. Kredit perumahan tersebut nan. tinya membiayai pembangunan . 576.017 unit rumah. Kredit perumahan tersebut terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu kredit perumahan rumah sederhana
sehat (RSH), nonRSH, dan nonkredit pemilikan rumah (KPR). Untuk RSH, perseroan siap menyalurkan kredit senilai Rp 11,64 triliun dengan jumlah unit rumah penerima sekitar 480 ribu. Sedangkan pada 2009, kami akan mengucurkan kredit RSH sebesar Rp 4,99 triliun
untuk mendanai 199 ribu rumah," ujar dia. Guna merealisasikan target tersebut, BTN menempuh tiga langkah strategis. Rencana ini diharapkan mampu mendukung program percepatan pembangunan perumahan di Tanah Air. Ketiga langkah strategis tersebut meliputi peningkatan
layanan dengan menambah jaringan kantor, penurunan suku bunga kredit, dan peningkatan kewenangan pemberian kredit bagi kepala cabang. Berikan Beasiswa Sementara itu, pelaksanaan program CSR antara BTN dan Sampoerna Foundation berupa pemberian beasiswa sebesar
Rp 500 juta kepada 500 siswa-siswi SMA. Mereka merupakan anak para debitor KPR BTN yang berprestasi. BTN menyiapkan beasiswa dan Sampoerna mengelola dana beasiswa tersebut. Elan Merdy, pengurus Yayasan Sampoerna mengatakan, saat ini sekitar 34,9 juta atau
hampir 50% remaja usia sekolah tidak mampu bersekolah, sehingga perlu difasilitasi melalui program CSR.