Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


5 BUMN akan roadshow jajaki minat asing

20/06/2008
 
New Page 1 Oleh Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia JAKARTA Sebanyak lima BUMN yang akan masuk bursa saham tahun ini dijadwalkan melakukan lawatan (non deal roadshow) ke Singapura dan Hong Kong pada 1-4 Juli untuk menjajaki minal pemodal asing sebagai persiapan penawaran umum perdana. Roadshow itu bertujuan mengetahui minat calon pemodal asing terhadap sejumlah perusahaan negara yang akan diprivatisasi melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun ini. "Selain lima BUMN yangakan IPO tahun ini, empat BUMN yang sudah menjadi perusahaan terbuka juga mengikuti roadshow itu untuk memberikan informasi terkini kepada investor," tutur Meneg BUMN Sofyan A. Djalil di kantornya, kemarin. Menurut dia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Banana Securities akan membantu pemerintah dalam mewujudkan lawatan tersebut. "Saya tidak mengetahui berapa BUMN yang akan roadshow." Sumber Bisnis yang mengetahui rencana itu menambahkan lima BUMN itu adalah PT Bank Tabungan Negara, PT Krakatau Steel, PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), PTPN IV, dan PTPN VII. Direksi Krakatau Steel mengusulkan rencana IPO 20% saham baru untuk meraup dana segar sebesar Rp2,05 triliun. Dana itu merupakan bagian dari total yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan usaha sebesar Rp8,62 triliun. Kekurangan dana tersebut, sebesar Rp5,22 triliun, akan diperoleh dari pinjaman. BTN berencana IPO 30% saham dengan target Rpl,9 triliun, tetapi sulit digelar pada tahun ini. Empat BUMN publik yai lg ikut dalam roadshow itu adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. Selain Danareksa dan Bahana, katanya, PT Mandiri Sekuritas, Credit Suisse, dan UBS akan membantu pemerintah dalam roadshow tersebut. "Broker asing itu akan membantu untuk mengatur pertemuan dengan calon investor asing." Lanang Trihardian, analis saham PT Syailendra Capital, mengatakan roadshow itu akan membantu BUMN tertutup menjadi perusahaan publik. Hal itu akan positif karena roadshow bermanfaat bagi mereka. "Saya setuju dengan langkah roadshow itu. Tentu hal itu nantinya bertujuan mencari dana. Manajemen BUMN yang masih teitutup bisa menjelaskan visi dan misinya kepada calon investor asing," katanya. Lawatan ke luar negeri itu, tutur Lanang, juga sangat bermanfaat untuk manajemen PT Jasa Marga Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk karena harga saham kedua BUMN itu kini masih di bawah harga perdana. Menurut dia, Jasa Marga dan BNI bisa menjelaskan strategi mengatasi faktor negatif seperti inflasi kepada investor asing. Bahkan, mereka juga mempunyai kesempatan untuk menjelaskan visinya dengan menyebarkan informasi kepada pemodal. Harga saham Jasa Marga kemarin ditutup ke level Rpl.200 per saham, jauh di bawah harga IPO Rpl.700, sedangkan harga saham BNI kemarin ditutup ke posisi Rpl.220 per saham, jauh di bawah harga penawaran kedua Rp2.050. "Banyak investor yang meragukan kemampuan manajemen BNI apakah cukup kuat membawa bank itu turn around karena kinerjanya yang terakhir masih jauh dari menggembirakan." (Bisnis Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130