Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


ASEI Menggarap Kontra Garansi Milik BTN

Sumber: Kontan Harian, 31 Desember 2010
04/01/2011
Menjelang tutup tahun, Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) menggaet peluang bisnis anyar untuk menambah pundi-pundi pendapatan premi. Perusahaan BUMN tersebut menggandeng broker asuransi yakni Binasentra Purna dalam kerjasama penjaminan kontra garansi bank untuk setiap penerbitan garansi bank Bank Tabungan Negara (BTN).
 
Menjelang tutup tahun, Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) menggaet peluang bisnis anyar untuk menambah pundi-pundi pendapatan premi. Perusahaan BUMN tersebut menggandeng broker asuransi yakni Binasentra Purna dalam kerjasama penjaminan kontra garansi bank untuk setiap penerbitan garansi bank Bank Tabungan Negara (BTN).

Direktur Utama ASEI Zaafril Razief Amir menuturkan, penjaminan tersebut untuk bisnis penyaluran kredit maupun non-kredit BTN. "Di penjaminan garansi BTN ini, kami menargetkan pendapatan premi antara Rp. 20 Miliar - Rp 30 Miliar," ujarnya, Rabu (29/12).

ASEI akan menjamin penerbitan garansi bank di bawah Rp 500 juta. Sedangkan penjaminan garansi bank di atas nilai itu, memerlukan persetujuan lebih lanjut.

Zaafriel berharap, ke depan kerjasama bisa lebih ditingkatkan tak sebatas surety bond, namun juga menyasar lini bisnis BTN lain, seperti asuransi kredit dan perdagangan. BTN dinilai cukup potensial, mengingat bisnis bank pelat merah ini banyak berkutat di penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Jadi, tidak lepas dari proyek konstruksi. "Banyak kontraktor dan pengembang yang terli1 bat," ujarnya.

Bukan tidak mungkin, dalam aktivitas konstruksi perumahan terjadi wanprestasi alias kegagalan pelaksanaan proyek. "Ini berakibat pada tingkat pencairan garansi bank dari pemilik grqyek kepada bank," jelas Zaafriel.

Sekadar informasi, bisnis penjaminan garansi bank ini merupakan turunan dari produk asuransi penjaminan alias suretyship ASEI. Tahun ini, produk suretyship ASEI memberikan penjaminan hingga mencapai Rp 500 Triliun. "Nilai ini berasal dari berbagai kerjasama dengan seluruh bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia, termasuk bank-bank milik pemerintah," papar Zaafriel.

Adapun pendapatan premi dari suretyship sejauh ini sudah menyumbang senilai Rp 38,5 Miliar. Angka ini sekitar 7% dari dari total pendapatan premi ASEI yang sudah mencapai Rp 550 Miliar.

Tahun depan, ASEI menargetkan pertumbuhan pendapatan premi 45% atau senilai Rp 800 Miliar. Adapun target laba diprediksi tumbuh hingga Rp 60 Miliar.

Tahun 2010, perkiraan laba ASEI kemungkinan mencapai Rp 50 Miliar, naik 25% dari pencapaian laba tahun sebelumnya. "Kami akan menggenjot bisnis asuransi kredit, ekspor, dan penjaminan karena potensinya besar," kata Zaafriel. Christine Novita Nababan
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130