Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Ada Subsidi Rumah, BTN Pede Biayai Double

Sumber: OkeZONE
30/07/2010
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan dapat melipatgandakan pembiayaan rumah bersubsidi terutama dengan adanya fasilitas likuiditas fasilitas pembiayaan perumahan yang baru saja di-launching Pemerintah.
 
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan dapat melipatgandakan pembiayaan rumah bersubsidi terutama dengan adanya fasilitas likuiditas fasilitas pembiayaan perumahan yang baru saja di-launching Pemerintah.

Sampai dengan semester I tahun ini, BTN telah membiayai pembiayaan terhadap 57 ribu unit rumah bersubsidi. Adapun sebelum adanya program pembiayaan dari Pemerintah ini, BTN menargetkan pembiayaan 130 ribu unit rumah bersubsidi.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro, usai Launching BLU-Pusat Pembiayaan Perumahan Sebagai Pelaksana Kebijakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

"Sampai tahun ini, kita sudah realisasikan rumah bersubsidi 57 ribu unit. Target kita itu kurang lebih 130 ribu unit rumah bersubsidi. Dengan adanya fasilitas ini, ini bisa double, tapi ini kan masih ada masa transisi, dan pola yang lama masih berjalan sampai BLU ini siap," jelasnya.

Dengan adanya pemberian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini diharapkan mampu menekan suku bunga KPR hingga single digit atau di bawah 10 persen dan tetap sepanjang masa tenor.

Syaratnya, pemberian pencairan likuiditas pembiayaan ini jika diberikan hingga 70-80 persen dapat menekan suku bunga lebih kecil lagi. "Sekarang bunga kita 10,5-11 persen, itu akan jadi satu digit kalau kita dapat komposisi kira-kira 70-80 dari BLU Fasilitas Likuiditas Kredit," jelasnya.

Namun, satu hal yang perlu dicatat dalam pemberian fasilitas ini hanya diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang dari Rp2,5 juta per bulannya jika ingin mengambil landed house, sedangkan untuk kepemilikan rusunami harus memiliki penghasilan Rp4,5 juta per bulannya.

"Penghasilan harus dibatasi, Rp2,5 juta untuk landed house, Rp4,5 juta untuk rusunami dan harus rumah pertama," katanya.

Jika melihat dari NPL kredit KPR BTN, dirinya menyatakan bahwa tingkat NPL masih lebih kecil dari empat persen, terutama untuk kredit KPR bersubsidi. "(NPL) kita lebih kecil dari empat persen, dan NPL yang bersubsidi juga lebih kecil dari empat persen," tandasnya.(ade)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130