Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Agar Bisnis Properti Tak Over Heating

19/10/2006
 
New Page 1 Pertumbuhan bisnis properti di republik ini memang sangat mencengangkan. Meski baru bangkit dari krisis ekonomi, industri properti mencetak kemajuan luar biasa. Bayangkan, dalam setahun saja, puluhan apartemen dan pusat belanja baru bertebaran. Tak heran kalau pasar kebingungan untuk menyerap produk properti. Maklum saja, properti yang ditawarkan memiliki keunggulan masing-masing yang cukup kompetitif. Belum lagi bonus pembelian yang lumayan menggiurkan. Alhasil, pasokan produk lebih banyak dibanding kebutuhan konsumen. Dalam kondisi tersebut, mesin industri properti pun memanas. Pengembang terus saja ngotot membangun proyek properti, sementara pasar sudah penuh sesak. Agar kondisi tersebut, para pemain industri properti perlu sedikit masukan dari stakeholder properti yang lain. Sekedar "flashing" tentu akan membuat para pengembang tidak kehilangan arah dalam gelapnya kancah persaingan. Berkaca dari kondisi tersebut, Indonesia Properti Center pun diluncurkan. Tujuannya sangat jelas, membantu stakeholder properti. Dari pengembang, instansi pemerintah, lembaga pembiayaan, sampai konsumen. Indonesia Property Center merupakan sebuah wadah yang terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan dunia properti dan sebagai lembaga yang senantiasa berjalan berkesinambungan. Peran Indonesia Property Center disiapkan membantu dalam percepatan pengondisian pasar properti nasional yang terarah dan sehat karena selain akan diadakannya exhibition hampir setiap hari, juga akan dilaksanakan workshop dan kajian yang berkesinambungan yang hasilnya akan direkomendasikan dalam bentuk alternatif pemikiran dan solusi pada pemerintah dan REI. Juga akan dilakukan analisis-analisis pasar properti dari data yang melibatkan dari semua elemen dunia properti sehingga data dan informasi yang ada dan terkumpul dapat dijadikan referensi oleh para pelaku bisnis properti sehingga tidak ada pengkotak-kotakan yang dapat memberikan dampak negatif bagi ketersediaan data dan informasi properti di Indonesia. Yang mana hal ini telah dilakukan oleh Indonesia Property Watch sebagai Lembaga Analisis dan Pemeringkat Properti Indonesia, bagian dari Pusat Strategis Intelijen Properti. Kerja sama dilakukan dengan PT. Pos sekaligus dalam rangka optimalisasi aset-aset BUMN, khususnya PT. Pos agar lebih bernilai tambah positif. Meskipun hal ini merupakan hal sederhana dan tidak terlalu berarti dibandingkan dengan besarnya aset BUMN, namun yang pasti merupakan bukti nyata dalam pengoptimalisasian aset-aset BUMN yang dapat dijadikan model awal untuk optimalisasi aset BUMN lainnya. Menurut Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Lukman Poernomosidi, dibentuknya Indonesia Property Center merupakan bukti tingginya partisipasi swasta dalam mendukung pasar properti saat ini. Saya sangat menghargai ide yang diprakarsai dan inisiator dari Pusat Strategis Intelijen Properti dan Indonesia Property Watch yang diharapkan dapat memberikan kerja sama yang baik dengan REI. "Pembentukan Indonesia Property Center dapat dicatat sebagai sejarah bagi dunia properti," kata Lukman. Sambutan positif terhadap keberadaan Properti Center juga datang dari Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf As'ary. Menurutnya, dengan dibentuknya Indonesia Property Center akan memberikan kesempatan bagi pasar properti di semua segmen untuk berpartisipasi dalam perkembangan pasar properti. "Saya sangat mendukung Indonesia Property Center karena sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi pihak swasta untuk dapat berpartisipasi dalam pasar perumahan," ujar menteri. Sementara itu Direktur Utama Bank BTN, Kodradi menyatakan, melihat latar belakang PT. Pos, sebenarnya PT. Pos tidak lepas dari dunia properti. Mungkin saat ini PT. Pos kembali mensinergikan dan mengoptimalisasi asetnya dan kembali masuk ke dunia properti melalui kerja sama dengan Indonesia Property Watch. "Sehingga ke depan diharapkan akan semakin banyak kerja sama antara PT. Pos dan BTN," Kata Kodradi Sang empunya hajat, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda tentu saja sumringah dengan sambutan hangat dari stakeholder properti. Ahli pemasaran ini mengatakan bahwa pembentukan Indonesia Property Center ini bukan untuk mendahului REI namun untuk membantu pemerintah dan REI untuk memberikan masukan yang lebih luas lagi. Keberadaan Indonesia Properti Center memang sudah waktunya. Dengan begitu, ada pihak yang bisa memberi masukan kepada pengembang agar sedikit melambatkan laju pembangunan proyeknya. Tujuannya, tentu saja agar industri ini tidak overheating..  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130