Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Akhir 2006, IMB RSH di Jatim Gratis

23/06/2006
 
New Page 1 Saat berkunjung ke kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perumahan Rakyat M Jusuf Ashy" ari mengatakan, pemerintah akan mempercepat pembangunan perumahan untuk rakyat dengan melakukan perubahan paradigma baru khususnya menyangkut penyediaan tanah (lahan) dengan membentuk semacam bank tanah. "Pembangunan perumahan selama ini sangat lambat sehingga harus ada paradigma baru, harus berfikir dalam gambaran yang besar," katanya. Untuk pembangunan perumahan, tambah Menpera diperlukan adanya tanah, pembangun (kontraktor), dana dan konsumen. Untuk masalah konsumen dan kontraktor selama ini tidak menjadi masalah. Permintaan (konsumen) justru melebihi dari persediaan yang ada. "Yang jadi masalah adalah persediaan tanah dan pembiayaan," kata Menpera. Karena itu, tambahnya ke depan harus dibuat perencanaan yang besar mengenai pengadaan tanah bagi perumahan ini. Untuk pengadaan tanah tersebut, tambah Menpera kemungkinan akan dibuat semacam bank tanah. Namun, Menpera belum menjelaskan bentuk dari bank tanah tersebut seperti apa. "Sebetulnya tanah ini terkait dengan perijinan, oleh karena itu nanti yang sediakan tanah adalah Pemerintah daerah," kata Menpera. Menpera mencontohkan beberapa daerah telah melakukan pengadaan tanah bagi perumahan ini, misalnya di Talangkelapa, Palembang seluas 200 ha. kemudian di Bontang, Kaltim seluas 200 ha. Sampai saat ini, tambah Menpera tekah ada 68 kota dan kabupaten yang mendaftarkan untuk segera disahkannya kawasan siap bangun. Namun ketika ditanyakan berapa luas lahan yang diperlukan khususnya untuk memenuhi target satu juta rumah seperti yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Menpera belum bisa memberikan jumlah yang pasti. "Kita sebetulnya belum pada hitungan teknis seperti itu," kata Menpera. Dalam RPJM ditargetkan pembangunan satu juta rumah selama lima tahun. Khusus untuk tahun 2006 ini ditargetkan dibangun 130 ribu unit rumah. Namun hingga saat ini baru tercapai sekitar 34 ribu unit rumah. Menurut Dirut PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi, hingga saat ini pihaknya telah membangun sekitar 30.466 unit rumah dari target sebanyak 100 ribu unit. Menurut Kodrati, secara nasional untuk tahun 2006 ini ditargetkan dibangun sebanyak 130 ribu unit rumah. "Bank BTN akan bangun 100 ribu, BNI bangun 13 ribu, BRI bangun 10 ribu dan Bank Mandiri bangun tiga ribu, sedangkan sisanya empat ribu unit akan dibangun oleh Bank-bank Pembangunan Daerah (BPD)," kata Kodradi. Kodrati juga menjelaskan bahwa dalam rapat Wapres Jusuf kalla telah menugaskan BTN untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi unsur-unsur keuangan yang mendeiakan dan bagi pembangunan perumahan. "Untuk jangka panjang BTN ditugasi untuk engineering bidang keuangan," kata Kodradi.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130