Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Akhir 2006, Nasabah Cenderung Pindah ke Bank Asing Pemeriksaan bank negara oleh aparat hukum jadi pe

19/01/2007
 
New Page 1 JAKARTA-Bank Indonesia mengungkapkan nasabah bank-bank pemerintah cenderung mengalihkan dananya ke bank-bank asing menjelang akhir tahun lalu. Menurut Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, peralihan dana tersebut diduga karena nasabah merasa efisiensi bank-bank asing lebih tinggi dibanding bank-bank negara. "Dari segi kompetisi itu baik. Tapi fakta itu juga mengisyaratkan bank pemerintah harus memperbaiki diri agar pangsa pasarnya tetap besar," katanya dalam dialog "Prospek Bisnis Perbankan 2007" di Jakarta. Dia tidak memerinci jumlah dana yang dialihkan nasabah lokal ke bank asing tersebut. Dia hanya mengatakan bank sentral mendukung upaya pemerintah merevitalisasi bank badan usaha milik negara. "Efisiensi bank merupakan salah satu haiyang harus diperbaiki. Kami menginginkan bank BUMN jadi leader dalam proses intermediasi," ujarnya. Saat ini terdapat Mma bank milik pemerintah, yaitu PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., PT Bank Tabungan Negara, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., dan PT Bank Ekspor Indonesia. Adapun bank asing berjumlah 11. Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri mengakui nasabah bank-bank pemerintah beralih baik ke bank swasta lokal maupun asing akhir tahun lalu. Namun, pengalihan dana nasabah tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bank-bank pemerintah, termasuk Mandiri. "Tapi kami tetap akan memantau gejala ini," katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin. Pengalihan dana nasabah, kata dia, yang signifikan justru terjadi pada 2005. Saat itu sempat terjadi pelunasan kredit oleh beberapa debitor. Para debitor tidak melanjutkan kembali pengajuan kredit ke Bank Mandiri, tapi memilih bank swasta dan asing lainnya. "Sekarang kondisi itu sudah kami perbaiki. Apalagi situasi pemerintahan dari posisi rasio kredit seret (NPL) kami sudah semakin baik," ujarnya. Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan nasabah beralih. Faktor paling utama adalah pemberitaan negatif dan adanya pemeriksaan aparat hukum terhadap bank-bank milik negara. "Itu marak pada 2005 dan cukup menjadi perhatian nasabah ketika itu," paparnya. Efisiensi, kata dia, memang masalah utama bank negara. Tapi bank-bank pemerintah sudah berupaya memperbaikinya. Dia mencontohkan, rasio efisiensi Bank Mandiri telah mencapai 44,6 persen, lebih baik daripada rata-rata rasio efisien sembilan bank top di Indonesia sebesar 48,5 persen. "Justru kami lebih efisien," ujarnya. Praktisi perbankan Cyrillus Harinowo menduga nasabah bank-bank pemerintah mengalihkan dana mereka ke bank swasta dan asing karena faktor keamanan. Banyak nasabah takut ada persoalan hukum di kemudian hari. "Bank asing bisa menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance)," katanya. Namun, menurut Komisaris PT Bank Central Asia Tbk. ini, peralihan nasabah merupakan hal yang biasa dalam industri perbankan. "Nasabah bank swasta, baik lokal maupun asing, banyak juga beralih ke bank milik pemerintah," katanya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130