Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Akselerasi KPR Subsidi Bisa Naik

Sumber: Kompas
25/11/2009
Hasil IPO BTN untuk Ekspansi

JAKARTA, KOMPAS - Akselerasi penyaluran kredit pemilikan rumah bersubsidi akan meningkat seiring dilakukannya pelepasan saham perdana ke publik (IPO) Bank Tabungan Negara pada Desember 2009. Dana dari hasil IPO BTN sekitar Rp 2 triliun itu akan dipakai untuk ekspansi kredit.

 
"Kami memang fokus membiayai KPR kelas menengah ke bawah. Untuk pasar KPR subsidi. BTN menguasai 99 persen pangsa pasar. Adapun untuk keseluruhan KPR (subsidi dan nonsubsidi"), BTN menguasai 25,3 persen pangsa pasar," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, akhir pekan lalu.

Saat ini, BTN merupakan pemegang pangsa pasar terbesar untuk KPR di Indonesia yang totalnya mencapai Rp 112 triliun per Juni 2009.

Dari total KPR nasional tersebut, sekitar Rp 16,5 triliun merupakan KPR bersubsidi yang 99 persennya disalurkan BTN.

Keseluruhan dana yang diperoleh dari IPO sekitar Rp 2 triliun akan digunakan untuk menambah modal sekaligus melakukan ekspansi kredit.

Dengan IPO, modal BTN diperkirakan akan meningkat dari Rp 3,4 triliun per September 2009 menjadi sekitar Rp 5.4 triliun, yang secara otomatis akan menaikkan rasio kecukupan modal (CAR) dari 15 persen menjadi 27 persen.

Dengan peningkatan CAR tersebut, BTN memiliki kapasitas penyaluran kredit yang lebih besar dibandingkan sebelumnya, apalagi bobot risiko KPR relatif rendah dibandingkan jenis kredit lainnya.

Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kredit BTN sekitar 20 persen. Setelah IPO, menurut Iqbal, pertumbuhan kredit bisa meningkat minimal 25 persen per tahun.

Dalam proyeksi kinerja, posisi kredit hingga akhir tuhun 2012 ditargetkan Rp 60 triliun, atau meningkat 72 persen dibandingkan posisi kredit saat ini.

Kisaran harga saham BTN

Percepatan penyaluran KPR bersubsidi diharapkan bisa mempersempit kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan rumah di Indonesia Kementerian Negara Perumahan Rakyat memperkirakan permintaan kebutuhan rumah tinggal baru mencapai 800.000 unit per tahun, tetapi pasokan rumah hanya sekitar 400.000 unit per tahun.

Iqbal mengatakan, dengan kapasitas penyaluran kredit yang lebih besar, BTN tidak hanya bisa meningkatkan pangsa pasar di segmen KPR, tetapi juga meningkatkan perolehan laba. Per September 2009, laba bersih BTN sebesar Rp 324 miliar

Dalam IPO mendatang, BTN berencana melepaskan 2,36 miliar saham atau setara 30 persen kepemilikan.

Perinciannya sebanyak 26 persen saham akan ditawarkan kepada investor institusi atau ritel, sedangkan 4 persen untuk program kepemilikan saham manajemen dan pegawai BTN (management and employee stok option program/MESOP).

Direktur Mandiri Sekuritas Iman Rahman menjelaskan, harga saham BTN yang akan dilepas berkisar Rp 750-Rp 1.100 per saham atau setara 1,5-2,2 kali nilai buku. Penjamin pelaksana dari IPO BTN adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities. (FAJ)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130