Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Anggaran Perumahan 2009 Diusulkan Rp 3,3 T

17/06/2008
 
New Page 1 JAKARTA - Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asyari mengusulkan anggaran perumahan pada RAPBN 2009 sebesar Rp 3,324 triliun, naik signifikan dibandingkan dengan alokasi tahun ini sebesar Rp 647 miliar. Pada 2008, Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengusulkan anggaran perumahan sebesar Rp 2,68 triliun, tetapi hanya disetujui Rp 647 miliar. Menpera Yusuf Asari menjelaskan, usulan itu belum termasuk anggaran untuk subsidi perumahan sebesar Rp 1,81 triliun. Tada 2008, Kemenpera mengusulkan anggaran subsidi perumahan sebesar Rp 1,01 triliun tetapi hanya Rp 800 miliar," jelas Menpera Yusuf Asyari, di Jakarta, belum lama ini. Pemerintah berkomitmen menaikkan anggaran perumahan tahun 2009 sebesar Rp 1 triliun, dan anggaran subsidi sebesar Rp 1,4 triliun. "Dengan besaran pagu indikatif untuk anggaran subsidi yang hanya Rp 1,4 triliun itu kami harus menutupi kekurangannya dengan bekerja keras dan berusaha. Walaupun begitu, jumlah ini sebenarnya terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," jelas Menpera. Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Tito Murbaintoro yang menambahkan, anggaran untuk subsidi perumahan selalu di bawah kebutuhan. Selama ini Kemenpera selalu harus menutupi pembayaran tagihan pada tahun berjalan dengan anggaran subsidi pada tahun berikutnya. Menpera menjelaskan, serapan anggaran perumahan 20d8 hingga 31 Mei 2008 baru mencapai 15%. Jumlah itu di luar daya serap anggaran subsidi perumahan yang mencapai 58%. Rendahnya daya serap anggaran perumahan, jelas Menpera, karena beberapa hal, di antaranya adalah ketentuan pemotongan penyaluran anggaran sebesar 10%. "Pemotongan ini prosesnya lama dan terputus-putus dan kami tidak diizinkan untuk terus jalan, sehingga mengalami keterlambatan. Namun, kami optimistis anggaran tahun 2008 ini akan habis tahun ini juga," ujar Menpera. Tambahan Subsidi Menpera juga optimistis akan ada tambahan dana subsidi untuk kredit pemilikan rumah (KPR) rumah sederhana sehat (RSH) dalam APBN Perubahan tahap II 2008 sebesar Rp 666 miliar. Para pihak terkait sudah berkomitmen untuk menyukseskan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. "Kami prediksi Agustus ini sudah ada tambahan," kata Menpera, belum lama ini. Menurut dia, sebelumnya DPR dan pemerintah telah menyapakati dalam APBNP I 2008 tidak ada tambahan subsidi KPR RSH, meskipun dari subsidi yang direncanakan tahun ini sebesar Rp 800 miliar hanya tersisa Rp 298 miliar. Subsidi sebesar Rp 502 miliar telah dibayarkan untuk tunggakan subsidi KPR tahun lalu, (ci20)(Investor Daily Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130