Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Apersi Dukung BTN Kucurkan Kredit Pembebasan Lahan

17/05/2005
 
JAKARTA – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyambut baik rencana manajemen BTN untuk mengucurkan kembali kredit pembebasan lahan. Pasalnya, kebijakan perbankan pelat merah itu sangat membantu para pengembang berskala kecil dan menengah untuk mengembangkan rumah sehat sederhana (RSH).       “Kami merespons psoitif kebijakan manajemen BTN tersebut. Karena itu, pengembang harus memanfaatkan peluang bagus itu,” kata Ketua Umum Apersi Fuad Zakarai kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (9/5).       Fuad mnyebutkan, Senin (9/5) lalu ia dihubungi Direktur Utama BTN Kodradi yang menginformasikan rencana BTN untuk kembali memberikan fasilitas kredit pembebasan lahan. Menurut dia, manajemnen BTN akan mensosialisasikan rencana tersebut kepada seluruh kantor cabangnya di Indonesia, sehingga diharapkan dalam bulan ini prosesnya sudah berjalan.       Menurut Fuad, dasar timbangan pemebrian kredit pembebasan lahan yang dilakukan oleh manajemen BTN adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh otoritas perbankan (BANk Indonesia /BI,red) tahun 1997. Dalam salah asatu pasal ketentuan itu membolehkan adanya pembebasan lahan untuk proyek jalan tol serta proyek pembangunan RSH.       Maksimal Rp 5 MIliar         Dihubungi terpisah, Dorektur Kredit BTN Siswanto mengatakan, kredit pembebasan lahan bagi proyek RSH itu diberikan maksimal Rp. 5 miliar. Untuk setiap proyek poembebasan lahan, fasilitas kredit BTN tersebut hanya akan membiayai 50% dari total biaya pembebasan.Sedangkan 50% sisanya harus ditanggung oleh pengembang bersangkutan. “JIka proyek pembebasan berjalan lancar, BTN pun bisa melanjutkannya dengan p[emberian kredit konstruksi,”ujar Siswanto kepada Investor Daily lewat telepon selulernya, tadi malam.       Fuad Zakaria mengharapkan fasilitas kredit pembebasan lahan maksimal 5 miliar dari BTN ke depan bisa ditingkatkan, apalagi pemerintah memiliki program Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah. “Biarlah BTN mncoba memulai dulu. Kita juga coba siap-siap,”ujar dia.       Sementara itu, sebagai bentuk kehati-hatian dalam penyaluran kredit jenis ini, menurut Siswanto,BTN hanya akan mencairkan kredit terhadap lahan yang telah selesai proses sertifikasinya.”Jadi, kita mintanya refinancing upaya tanah yang dibeli sudah bersertifikat. Kita kasih persetujuan dulu, setelah, baru kita cairkan.Karena dulu banyak yang enggak diterusin, ujar Siswanto.       Menyangkut jangka waktu pengembalian terhadap kredit tersebut, Siswanto menyatakan, BTN memberi waktu maksimal dua tahun. Sedangkan beban bunga yang harus ditanggung pengembang, hampir sama dengan kredit konstruksi yakni sekitar 14%. Saat ditanya kapan akan kembali diluncurkan, Siswanto menjawab, “sekarang kalau ada yang masuk (mengajukan kredit,red),boleh juga. Akan kita proses,”kata dia.       Fuad Zakaria mengingatkan, agar pemanfaatan potensi pembiayaan dana pihak ketiga tersebut tidak diselewengkan. Ia meminta pengembang betul-betul memanfaatkan seoptimal mungkin peluang itu.”Tapi , jangan mentang-mentang ada kesempatan memperoleh pinjaman dan perbankan, kemudian merekan mengusulkan proyek property RSH yang tidak realistis, ujarnya.       Sebelumnya, BTN pernah memberikan fasilitas kredit pembebasan lahan sebelum akhirnya terhenti akibat pada masa krisis perekonomian lalu banyak kredit sektor property yang masuk kategori bermasalah.       Namun, Fuad menyanggah pengembang RSH sebagai penyebab kredit sektor property yang bermasalah. Menurut dia, tingginya kredit bermasalah dari oknum pengembang properti mayoritas berasal dari merekan yang memiliki proyek skala besar.”Sebelumnya memang banyak pelaku perbankan yang trauma dari kalangan pebisnis property,”kata dia.       “SEdangkan untuk pengembang proyek property kelas RSH sejauh ini tidak ada yang terkendala kredit macet. Hal itu wajar karena nilai proyeknya juga tidak seraksasa proyek property subsektor lainnya, ujarnya.(brn/nas)      
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130