Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Apersi Targetkan Bangun 75.000 RSH

12/02/2008
 
New Page 1 JAKARTA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menargetkan pembangunan 75.000 unit rumah sederhana sehat (RSH) di seluruh Indonesia pada tahun ini. Target tersebut lebih besar dari proyeksi tahun sebelumnya yang mancapai 48.000 unit. "Naiknya target pembangunan RSH oleh Apersi pada tahun ini didasarkan pada terus meningkatnya kebutuhan konsumen akan rumah sederhana. Selain itu, untuk turut mendukung suksesnya program pemerintah dalam menyediakan sejuta rumah," kata Ketua Umum APERSI Fuad Zakaria kepada Investor Daily usai menghadiri acara HUT ke-58 BTN di Jakarta, Senin (11/2). Fuad optimistis, target pembangunan 75 ribu RSH itu bisa tercapai.Untuk menyukseskan target tersebut, lanjut dia, Apersi bekerja sama dengan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS), YKPP TNIPolri, Jamsostek, dan pemerintah daerah. "Kita bekerja sama dengan banyak pihak untuk menyukseskan program pemerintah, seperti di Cisauk yang dibangun untuk 2.700 unit rumah PNS. Teman-teman juga banyak yang bekerja sama dengan pemda dan TNI-Polri dalam pengadaan RSH," ujarnya. Kendati demikian, Fuad mengakui, faktor ekonomi makro dan aturan dari otoritas perumahan, dalam hal ini Kementerian Negara Perumahaan Rakyat (Kemenpera), tetap berperan penting dalam menyukseskan program Apersi dalam pengadaan RSH. "Kita harapkan, ekonomi nasional lebih stabil dan Kemenpera terus membuat keputusan atau terobosan-terobosan yang kondusif untuk para pengembang. Kalau syarat itu terpenuhi, kita bisa memenuhi target pemerintah membangun 120 ribu unit RSH," jelasnya. Fuad mengatakan, Apersi tak hanya mendukung program pengadaan RSH, tetapi juga program pembangunan 1.000 menara (tower) rumah susun sederhana milik (rusunami) / yang dicanangkan pemerintah. Hal itu dibuktikan oleh anggota Apersi yang membangun tiga menara rusunami di areal seluas 2,5 hektare (ha) di Kalimalang, Bekasi, belum lama ini. Anggota Apersi lain juga membangun delapan menara di kawasan Daan Mogot, Jakarta, di atas tanah seluas tiga hektare. Selain itu, rusunami juga akan dibangun di Ranca Ekek (Bandung) di atas lahan 2,5 ha dan di daerah Kemanggisan, Jakarta. "Mudah-mudahan tidak lama lagi akan ada peresmian awal pembangunannya," ujar Fuad. Fuad mengatakan, anggota Apersi memilih mengembangkan lahan sendiri untuk pembangunan rusunami. "Jika pengadaan tanah masih berstatus milik pemerintah, ditakutkan nanti dalam proses pembebasan lahannya memakan waktu lama. Sebaiknya, lahan rusunami tetap dari pengembang untuk menghindari masalah di belakang hari seperti pengurusan status tanah yang lebih panjang dan memerlukan biaya lebih besar," jelasnya. Kecuali, lanjut Fuad, lahan untuk pembangunan RSH tersebut sudah diserahkan atau dihibahkan ke yayasan dan tidak lagi berstatus milik pemerintah "Intinya, pembangunan rusunami harus harus ada kerja sama pengembang dan pemerintah," tegas dia.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130