Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Apersi Tetap Optimis Hadapi Tantangan 2009

17/12/2008
 
New Page 1 Sektor properti tanah air akan merasakan dampak krisis global pada kuartal pertama dan kedua 2009. Sejumlah pengembang sudah mengantisipasi supaya bisnisnya tetap jalan. "KITA memang harus optimis menghadapi tahun 2009 mendatang, tapi tetap harus realistis agar tidak terjadi kebohongan publik," tegas Ketua Umum DPP Apersi Fuad Zakaria di sela-sela konferensi pers Lokakarya Sambut Ultah Apersi yang ke-10 di Jakarta, kemarin. Menurutnya, kondisi ini dapat terlihat dari kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan perumahan jika dibandingkan dengan backlog perumahan yang masih besar, tidak sebanding dengan suplai rumah per tahun. Tantangan sebenarnya, menurut Fuad, tanpa adanya krisis saja pemenuhan kebutuhan akan perumahan sudah sulit, ditambah lagi dengan kondisi krisis yang terjadi saat ini. Fuad menyampaikan, jika kondisi di 2009 mendatang setidaknya sama dengan tahun 2008 ini sudah cukup baik. Apabila targetnya lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2008 ini, akan lebih hati-hati lagi. Melihat kondisi ini sekaligus untuk memperingati hari jadi ke-sepuluhnya. Apersi mengadakan lokakarya nasional sehari yang akan dilaksanakan 18 Desember 2008 mendatang. Acara ini turut melibatkan seluruh stakeholder perumahan. "Kami mengundang semua pihak terkait, diharapkan dalam acara itu akan muncul kebijakan yang baik untuk semua pihak," ujar Fuad. Fuad pun berharap, dalam undang-undang anti korupsi yang saat ini sedang digarap oleh pemerintah, tidak melupakan aspek properti. Tidak hanya itu, berbagai permasalah yang tengah dialami oleh para pengembang seperti masalah listrik diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui acara lokakarya ini. Di hari ulang tahunnya yang kesepuluh ini, jumlah anggota Apersi bertambah dimana tahun 2004 lalu hanya sebanyak 200 pengembang sekarang menjadi 1.200 pengembang dari 21 DPD di seluruh Indonesia. Atas pertimbangan krisis ekonomi yang terjadi, target Apersi di tahun 2008 sebanyak 75.000 unit diprediksi akan sulit tercapai. Fuad menjelaskan, hal ini didorong oleh banyak hal yang terjadi di tahun 2008 ini, mulai dari naiknya harga minyak mentah dunia hingga krisis yang saat ini terjadi. Hingga akhir Oktober 2008 ini, Apersi sudah tercatat membangun sebanyak 53.000 unit rumah sederhana sehat (RSh). Sedangkan untuk rusunami, sekitar 20.000 unit hingga saat ini yang masih dalam tahap on progress. TYA (Rakyat Merdeka)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130