Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Asuransi Binagriya Putuskan Merger

10/12/2008
 
New Page 1 Oleh Bimi Dwi Hardanti JAKARTA - PT Asuransi Binagriya Upakara menjajaki merger dengan 2-3 perusahaan asuransi umum untuk meningkatkan kekuatan permodalannya. Saat ini, modal sendiri perusahaan baru mencapai sekitar Rp 30 miliar. Direktur Utama Binagriya Kapler A Marpaung mengatakan, langkah tersebut sebagai antisipasi yang dipersiapkan manajemen, jika pemerintah tetap bersikeras menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. "Pada prinsipnya, pemegang saham kami menyetujui rencana merger ini. Mereka menyerahkan kepada direksi dan manajemen untuk melakukan penjajakan ke beberapa perusahaan," ungkap Kapler kepada pers di Jakarta, Selasa (9/12). Namun, Kapler menegaskan, langkah merger tersebut sekadar langkah antisipasi. "Tidak berarti kami kemudian menyetujui aturan yang tertuang dalam PP 39," tegas dia. Saat ini, pemegang saham perusahaan terdiri atas Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT Bank Tabungan Negara (BTN), Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia, Dana Pensiun BTN, Dana Pensiun PT Jasindo, dan investor individual Sonny Paago. Kapler menambahkan, hingga kini, pihaknya telah mendekati pemegang saham dari tiga perusahaan asuransi lokal. Selain itu, ada juga dua perusahaan lainnya yang melakukan upaya pendekatan ke Binagriya. "Namun, semuanya masih dalam proses penjajakan awal dan belum memasuki upaya tindak lanjut seperti due diligence. Upaya ini tentunya membutuhkan waktu yang tidak singkat," tandas Kapler. Salah satu faktor yang selama ini dianggap menjadi penghambat dalam proses merger adalah penetapan pihak yang nantinya menjadi pemegang saham mayoritas pada perusahaan hasil merger. Namun, pemegang saham Binagriya tidak menjadikan hal tersebut sebagai kendala utama. "Walaupun tidak diungkapkan secara gamblang, pemegang saham kami tidak masalah, jika nantinya menjadi minoritas di perusahaan yang bam, asalkan proses merger tersebut menghasilkan perusahaan yangJebih kuat," tegas Kapler. Untuk itu, perusahaan akan menyeleksi terhadap mitra bisnis yang akan diajak bergabung. Adapun kriteria yang diperhitungkan dalam proses seleksi tersebut meliputi kriteria kesehatan finansial, kebijakan underwriting, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan distribusi. "Proses merger ini harus saling melengkapi, misalnya, kami masih kurang dalam hal distribusi, perusahaan yang akan merger dengan kami harus memiliki keunggulan dalam bidang tersebut," jelas Kapler. Selain itu, perusahaan juga akan mempertimbangkan kekuatan permodalan dari perusahaan yang akan diajak merger. Hal ini bertujuan agar perusahaan hasil merger dapat langsung memenuhi ketentuan modal minimum tahun 2010 sebesar Rp 100 miliar. "Jika merger nanti melibatkan dua perusahaan, kami akan mencari mitra dengan modal sendiri minimal Rp 60 miliar. Namun, jika melibatkan tiga perusahaan, perusahaan yang akan merger dengan kami setidaknya memiliki kekuatan permodalan yang sama," tutur Kapler. Sementara itu, terkait kinerja bisnis, perusahaan diprediksi tidak akan mampu merealisasikan target pendapatan premi yang semula ditetapkan sebesar Rp 75 miliar. "Sepertinya, sampai akhir tahun hanya mampu mencapai sekitar Rp 60 miliar. Namun, angka tersebut tetap tumbuh dibandingkan pendapatan premi tahun lalu yang mencapai Rp 46 miliar," kata kapler. (Investor Daily Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130