Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BI Dorong Penyaluran Kredit Mikro

18/07/2008
 
New Page 1 [JAKARTA] Bank Indonesia (BI) memberi kebebasan, bahkan mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke usaha mikro, asalkan tetap memperhatikan prinsip prudent (kehati-hatian). Menurut Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM BI, Ratna Emiaty, BI tidak mempermasalahkan apakah perbankan harus memisahkan unit bisnis mikro dan UKM dalam penyaluran kredit. "Yang terpenting, bank memiliki kepedulian untuk menyalurkan kredit kepada unit usaha UMKM agar bisa berkembang, tapi tetap tidak melupakan prinsip kehati-hatian. Sebab, ini menyangkut dana masyarakat yang digunakan untuk menyalurkan kredit kepada usaha mikro dan risiko NPL (non-performing loan atau rasio kredit bermasalah, Red) perbankan," kata Ratna kepada SP, di Jakarta, Rabu (16/7). Beberapa tahun terakhir, lanjutnya, perbankan sudah mulai concern menyalurkan kredit ke usaha mikro melalui program kemitraan. Bahkan sejak 2007, ada peningkatan penyaluran kredit perbankan bagi usaha mikro melalui beberapa program yang dicanangkan pemerintah, seperti kredit usaha rakyat (KUR). Sebagai contoh, pada 2007, ada enam bank yang ditunjuk pemerintah sebagai bank penyalur KUR, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia BRI Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero), dan Bank Syariah Mandiri. "Melalui KUR, usaha mikro yang tidak masuk kategori bankable (memenuhi persyaratan perbankan, Red) dapat memperoleh pinjaman untuk mengembangkan usahanya karena ada jaminan pemerintah," ujar Ratna. Seperti diketahui, pemerintah sudah menjamin semua KUR melalui Askrindo dan Jamkrundo melalui dana yang dianggarkan Rp 1,4 triliun. Dalam jangka waktu lima bulan sejak diluncurkan pada 5 November 2007, program KUR telah menyerap sekitar 700.000 debitur dengan total kredit Rp 7 triliun. Deputi Menko Perekonomian bidang Ekonomi Makro dan Keuangan, Sahala Lumbangaol mengungkapkan, program penyaluran KUR dimaksudkan untuk pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan. Dijadwalkan, program KUR berlangsung selama  tiga tahun dengan total dana penyaluran sekitar Rp 14,5 triliun. Awalnya, rata-rata jumlah kredit per debitur berkisar Rp 300 juta-500 juta, tetapi kemudian pemerintah memutuskan untuk memperkuat permodalan pelaku usaha mikro yang memerlukan modal di bawah Rp 10 juta. Ketika ditanya apakah program KUR cukup efektif menyentuh sektor usaha mikro, Ratna mengatakan, hal itu berada di bawah kewenangan dan pengawasan Menko Perekonomian. BPR Dia mengungkapkan, BI juga memiliki kepedulian untuk mendorong penyaluran kredit ke usaha mikro lewat linkage program antara bank umum konvensional dan Bank Perkreditan rakyat (BPR). Dia menjelaskan, linkage program merupakan suatu strategi untuk mendorong intermediasi dengan memberdayakan sektor UMKM. Melalui program ini, keterbatasan jaringan yang dialami oleh bank umum dalam menyalurkan kreditnya ke UMKM dapat diatasi. Sedangkan keterbatasan pembiayaan yang dirasakan oleh BPR dapat pula teratasi. "Melalui program ini, bank umum dapat menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM melalui BPR yang langsung bersentuhan atau keberadaannya dekat dengan pelaku UMKM," kata Ratna. Penyaluran kredit dalam rangka linkage program terus mengalami peningkatan, per Desember 2007 total plafon mencapai Rp 4,97 triliun dan per Juni 2008, 38 bank umum telah menyalurkan pinjaman dalam rangka linkage program ke sekitar 1.300 BPR dengan total plafon pinjaman Rp 5.96 triliun. Secara terpisah, Corporate Secretary Bank Mandiri, Mansyur S Nasution mengatakan, sejak 2007 perseroan memutuskan untuk memisahkan unit usaha mikro dan UKM. Hal itu, dimaksudkan agar penyaluran kredit ke usaha mikro dapat lebih fokus. Hingga Maret 2008, jumlah kredit mikro Bank Mandiri telah mencapai Rp 2.9 triliun, meningkat dari Rp 1,9 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Dia menambahkan, untuk usaha mikro, Bank Mandiri memberikan pinjaman hingga Rp 100 juta. Sedangkan untuk UKM nilai kredit bisa mencapai Rp 5 miliar. "Salah satu program usaha mikro yang kami dorong adalah melalui mitra muda mandiri yang menjaring wirausahawan muda," kata Mansyur. [J-9] (Suara Pembaruan)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130