Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BI Rate Naik, BTN Tahan Suku Bunga Kredit dan KPR

Sumber: Detik.com, 05 Februari 2011
09/02/2011
Meski tingkat suku bunga acuan alias BI Rate naik, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih menahan suku bunga kredit dan bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di posisi yang sama.
 
Meski tingkat suku bunga acuan alias BI Rate naik, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih menahan suku bunga kredit dan bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di posisi yang sama.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menegaskan, pihaknya tidak akan bertindak reaktif menanggapi kenaikan BI Rate sebesar 25 bps yang diumumkan kemarin dengan menaikkan suku bunga kredit BTN.

"Kenaikan BI Rate 25 basis poin, tentu kita tidak serta merta bereaksi, reaktif, tapi kita melakukan kajian apakah signifikan atau tidak signifikan kita berharap tidak signifikan," ujar Iqbal dalam acara pembukaan BTN Expo 2011 di JCC, Sabtu (5/2/2011).

Begitu juga dengan suku bunga FLPP, Iqbal menyatakan belum ada rencana menaikkan suku bunga tersebut mengingat komitmen pihaknya dengan pemerintah untuk menahan bunga sebesar 8,15-8,5 persen.

"Apa FLPP akan naik? Kita punya komitmen dengan Kementerian 8,15-8,5 persen bunga, dengan memperhatikan cost of fund BTN sendiri," ujarnya.

Iqbal menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kenaikan suku bunga BI tersebut. "Saya belum yakin bunga akan naik. Sebagai badan usaha kita senantiasa mengevaluasi. Jangan diributkan dulu, apa yang bisa dilakukan.

Hal senada juga disampaikan Managing Director BTN Irman A. Zahiruddin. Menurutnya, saat ini pihaknya belum perlu menaikkan suku bunga kredit.

"Kalau 25 bps terus berhenti ya gak naik. Kalau 25 bps naik per bulan masih gak perlu naik. Tapi kalau 25 bps naik per minggu, kita harus duduk bareng," ujarnya pada kesempatan yang sama.

Irman menilai, masih banyak cara guna mencapai target laba bersih tanpa menaikkan suku bunga kredit. Irman menyebutkan pendapatan bisa terjaga dengan menjaga fee based income, efisiensi operasional, dan menjaga NPL. Pihaknya, akan mendorong fee based income dan efisiensi dengan penambahan pengguna ATM, account baru, dan transaksi perbankan.

"Yang sudah pasti dari ATM. Kita itu ada 3,9 juta tabungan, tapi baru 900 ribu ATM. Kalau saya bisa naikkan itu sampai 2 juta tandanya masih ada tambahan 1,1juta lagi, 1 juta langsung bisa pakai transaksi," ujarnya.

Dengan demikian, komitmen laba bisa tercapai tanpa menaikkan kredit.

"Yang sudah pasti bahwa komitmen laba terus dipertahankan selama kita tidak menaikkan bunga," tandas Irman.

(nia/ang)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130