Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BI Segera Rilis Aturan Pemilik Tunggal Bank

20/03/2006
 
New Page 1 Beberapa bank sudah menyatakan merger. JAKARTA - Bank Indonesia (BI) segera mengumumkan kebijakan kepemilikan tunggal bank (single presence policy) pada semester I 2006 ini. Setahun kemudian, tepatnya pada 2007, aturan baru yang mengharuskan satu pemilik bank untuk serius menangani satu banknya saja itu, sudah bisa dilaksanakan. Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengaku sudah ada beberapa bank yang ingin merger terkait dengan ketentuan tersebut. Siapa saja mereka, Burhanuddin belum mau membeberkannya. "Tunggu saja pada semester satu ini," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu. ''Single presence policy merupakan suatu kebijakan dalam konteks mempercepat konsolidasi perbankan nasional yang serius dilaksanakan BI. Nantinya, tidak ada lagi satu pengendali bisa mengendalikan beberapa bank. BI mengharuskan satu pemilik/pengendali itu untuk mengendalikan satu banknya saja. Wacana single presence policy ini telah muncul sejak setahun lalu. Kebijakan ini memungkinkan bank-bank yang dimiliki anak cucu satu perusahaan tunggal untuk melakukan merger dan akuisisi. Tapi sampai sekarang masih belum diperoleh kejelasan apakah kebijakan ini akan diterapkan ke seluruh lini perbankan (swasta dan BUMN) atau hanya di perbankan saja. Pemerintah sendiri paling tidak memilik lima bank, yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Ekspor Indonesia (BEI). Sementara bagi bank asing ada Temasek Holding yang punya dua bank di Indonesia, yaitu Bank Danamon dan Bank Internasional Indonesia (BII). Juga, Standard Chartered Bank yang menjadi pemegang saham mayoritas bersama Astra Internasional di Bank Permata. Lainnya, United Overseas Bank (UOB) yang menjadi pemegang saham mayoritas di Bank Buana. Singapura tercatat menjadi negara yang paling banyak menitipkan banknya di Indonesia, yakni Bank Danamon, BII, Bank NISP, dan Bank Buana. Ini tidak termasuk bank campuran, seperti Development Bank of Singapore (DBS) Indonesia, Overseas Chinese Banking Corporation (OCBC) Indonesia, dan UOB Indonesia. Kemudian di bawahnya hadir saudara dekat Malaysia yang memiliki saham di Bank Bumiputera, Bank Niaga, dan Bank Lippo. Bank Niaga dan Bank Lippo dikendalikan oleh Khazanah Nasional Berhard. Dari data BI per September 2005, jika kepemilikan asing tak dimasukkan ke dalam kelompok bank asing dan campuran (atau berdasarkan perizinan), pangsa aset perbankan akan didominasi lokal. Rinciannya, kelompok bank persero atau pemerintah 40,27 persen, kelompok bank swasta 40,16 persen, kelompok bank asing dan campuran 13,30 persen, serta kelompok bank pembangunan daerah (BPD) 6,27 persen. Sementara bila kepemilikan asing dihitung sebagai kekuatan sendiri, dominasinya terus meningkat. Pada akhir 2005, penguasaan aset oleh pihak asing mencapai 48,51 persen dan pemerintah tinggal 37,45 persen. Dari 131 bank di Indonesia, 41 bank dicengkeram asing yang terdiri atas bank campuran dan cabang bank asing serta bank swasta yang dimiliki pihak asing.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130