Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BI diminta wajibkan bank biayai rumah murah

29/02/2008
 
New Page 1 JAKARTA: Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah dan Bank Indonesia mewajibkan bank-bank terlibat dalam penyaluran kredit perumahan sederhana. Tanpa kebijakan yang mengikat, proyek perumahan murah diprediksi tidak akan terwujud. Hal tersebut merupakan salah satu butir kesimpulan rapat kerja Komisi V DPR bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Menteri Negara BUMN, Menteri Perumahan Rakyat dan Bank Indonesia terkait penambahan modal dan status PT Bank Tabungan Negara (BTN). Komisi tersebut juga meminta agar BTN tetap menjadi bank yang memfokuskan penyaluran kreditnya pada perumahan rakyat bagi warga yang berpenghasilan rendah. "Minimal 2% dari total kredit perbankan disalurkan untuk perumahan bersubsidi. Selama tidak ada kebijakan yang mengatur itu, maka [perumahan murah] itu tidak akan terwujud," ujar Azwar Anas, anggota Komisi V DPR Fraksi PKB. Dia juga menilai BI selaku otoritas perbankan tidak memiliki komitmen untuk mendorong bank-bank yang menjadi objek pengawasannya untuk menyalurkan kredit bagi, masyarakat berpenghasilan rendah guna memiliki tempat tinggal. Rapat kerja kemarin membahas penguatan modal BTN selaku bank yang memfokuskan kreditnya pada perumahan sederhana melalui sejumlah mekanisme al initial public offering (IPO) atau diakuisisi dengan bank lain. Penguatan modal itu juga terkait dengan peraturan BI yaitu kebijakan kepemilikan tunggal bagi pemilik saham perbankan, tak terkecuali pemerintah. Deputi Gubernur BI Siti G. Fadjrijah mengakui realisasi penyaluran kredit bagi perumahan sederhana oleh perbankan masih sangat minim. Dia mengatakan sejak pemerintah mencanangkan program perumahan murah, hanya empat bank BUMN, 14 BPD dan lima bank swasta yang berpartisipasi. "Namun realisasinya tidak banyak. Data 2007 menyebutkan, misalnya BNI yang hanya menyalurkan kredit untuk 2.160 unit, BPD sekitar 558 unit. Ini bank-bank yang menyalurkan KPR [kredit pemilikan rumahj bersubsidi. BI dalam hal ini hanya bisa memberikan bantuan melalui keringanan, peraturan," ujar Fadjrijah. Pangsa pasar KPR bersubsidi masih didominasi oleh BTN yaitu mencapai 95,28% pada 2007. Jumlah ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan pangsa pasar 2006 yaitu 97,44%. Rekomendasi rapat kerja kemarin juga meminta agar jaminan pengendalian BTN tetap ada pada pemerintah agar misi BTN dalam menyalurkan kredit murah pada rakyat tetap berjalan. (Bisnis Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130