Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN, PT DI, dan KS diprivatisasi Tahun Ini

10/04/2007
 
Jakarta : Pemerintah segera mengajukan paket kedua privatisasi BUMN kepada DPR. BUMN yang masuk paket kedua privatisasi adalah Bank Tabungan Negara (BTN), PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Krakatau steel (PT KS), dan sejumlah BUMN jasa konstruksi.   Pertengahan tahun ini usulan itu diajukan melalui Komite Privatisasi untuk meminta persetujuan DPR ,” Kata Menneg BUMN Sugiharto menjawab Investor Daily usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Senin malam (26/3).   Sugiharto tak merinci BUMN jasa kontruksi yang masuk paket kedua privatisasi selain Bank Tabungan Negara (BTN), PT Dirgantara Indonesia (PT DI), dan PT Krakatau Steel (PT KS).   Dia hanya menjelaskan, dari 15 yang rencananya diprivatisasi tahun ini, DPR baru mneyetujui tiga perusahaan, yaitu PT Jasa Marga, Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Wijaya Karya. Ketiga BUMN itu akan diprivatisasi melalui penjualan dana saham kepada Public (IPO).   ”Pasar sedang kondusif. Makanya, kami berharap privatisasi dapat segeera dilakukan tapi itu juga tergantung di lapangan. Jasa Marga misalnya, masih menunggu penunjukkan Underwriter,”Ujarnya.   Keputusan Menneg BUMN memasukkan BTN, PT KS, PT DI, dan BUMN jasa konstruksi paket kedua privatisasi tahun ini tergolong mengejutkan. Soalnya pada raker dengan  Komisi XI DPR, Februari lalu, Menneg BUMN mengungkapkan, BTN, PT KS, dan PT DI merupakan BUMN yang privatisasinya ditunda bersama lima BUMN konsultan konstruksi, yakni PT Indah karya, PT Virama Karya, PT Yodya Karya, PT Indra Karya, dan PT Bina Karya.   BTN merupakan Bank dengan fokus pemberian Kredit Pemilik Rumah (KPR), sedangkan PT KS adalah produsen baja terbesar di Indonesia. Adapun PT DI (dulu bernama PT Nurtanio, kemudian berubah menjadi industri pesawat terbang nusantara / IPTN) merupakan pesawat terbang yang sempat tersungkur dan tengah berupaya bangkit.   Tambal Defisit   Sugiharto juga mengungkapkan pemerintah masih menargetkan perolehan dana privatisasi 15 BUMN sebesar Rp 3,3 triliun. ”Hingga hari ini target provatisasi masih Rp 3,3 triliun. Kalau ingin menaikkan menjadi Rp 4,3 triliun, itu nanti akan dibahas dalam persiapan APBN-P pertengahan tahun,” tuturnya.   Sekretaris Menneg BUMN Said Didu manuturkan, privatisasi BUMN bagai buah simalakama. Di satu sisi pemerintah harus meningkatkan deviden BUMN bersangkutan, tapi di sisi lain harus menjual sahamnya,” Kementerian BUMN tetap berkomitmen menjalankannya,” paparnya.   Defisit APBN 2007 diperkirakan membengkak dari Rp 40,5 triliun (1,1% dari PDB) menjadi Rp 80-90 triliun (2%dari PDB).   Menurut anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPR Ramson Siagian, wacana untuk menaikkan target privatisasi BUMN pernah disampaikan pemerintah kepada DPR. ”Tapi itu belum final”.katanya.   Berdasarkan skenario awal pemerintah, BUMN yang akan di privatisasi ini berjumlah 15 perusahaan, terdiri atas sembilan BUMN ynag saham mayoritasnya dimiliki pemerintah.   Sembilan BUMN yang saham mayoritasnya dimilki pemerintah yaitu PT Jasa Marga, BNI, PT Wijaya Karya, PT Permodalan Madani (PNM), PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara Airlines, PT industri Soda Indonesia, PT Industri Gelas, dan PT Cambrics Primissima.   Adapun enam BUMN yang modal utamanya tidak memiliki pemeirntah adalah PT Atmindo, PT Intirub, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, PT Jakarta International Development, PT Kertas Blabak, dan PT Kertas Basuki Rahmat. (c99)        
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130