Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN: Bisnis Pembiayaan Perumahan On The Right Track

Sumber: Harian Ekonomi Neraca, 16 Agustus 2011
23/08/2011
PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimis pembiayaan perumahan di Indonesia sepanjang tahun 2011 berada dalam jalur yang tepat atau on the right track. Kondisi ini membuat BTN yakin mampu mencapai pertnmbuhan bisnis sesuai target.
 
PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimis pembiayaan perumahan di Indonesia sepanjang tahun 2011 berada dalam jalur yang tepat atau on the right track. Kondisi ini membuat BTN yakin mampu mencapai pertnmbuhan bisnis sesuai target.

"Optimisme Bank BTN didukung oleh makro ekonomi yang sangat kondusif untuk pertumbuhan kredit. Dampak dari krisis global yang terjadi di Amerika Serikat telah diantisipasi dengan baik Pemerintah. Pembiayaan perumahan di dalam negeri masih sangat prudent," jelas Direktur Utama BTN Iqbal Latanro saat memaparkan perkembangan bisnis pembiayaan perumahan terkait dengan kondisi ekonomi saat ini.

Menurut Iqbal, saat ini permintaan dan penawaran rumah masih mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Dengan populasi penduduk yang mencapai 240 juta orang, membuat pasar properti dalam negeri masih terbuka sangat luas.

"Rasio antara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan produk domestik bruto di Indonesia masih tergolong paling rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara," terang Iqbal disela buka puasa bersama Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Jakarta, Senin.

Kondisi ini, imbuhnya, membuka peluang yang sangat besar terhadap tumbuhnya bisnis perumahan, yang saat ini merupakan bisnis utama BTN. "Dengan kondisi seperti ini saya yakin bisnis pembiayaan perumahan masih sangat prudent," tandasnya.

Dia mengaku, BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. BTN juga akan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia.

Sampai dengan Juni 2011, papar Iqbal, BTN masih menguasai 26% pangsa pasar perumahan di Indonesia. "Kalau untuk pangsa pasar KPR bersubsidi, BTN masih menguasai market share sebesar 97%. Jadi kami optimis sampai dengan akhir tahun akan mampu mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 25% sampai 30%," tutur Iqbal.

Dia menandaskan, BTN masih akan tetap on the right track walaupun ada beberapa kendala dalam realisasi KPR yang memanfatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di lapangan.

"BTN berharap akan ada solusi yang cepat untuk memecahkan persoalan tersebut supaya masyarakat memiliki kesempatan untuk merealisasikan keinginannya memiliki rumah yang layak melalui skim FLLP, urai Iqbal.

Iqbal menegaskan, berdasarkan data tren realisasi kredit dengan skim FLPP tersebut menunjukan angka peningkatan yang cukup signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal juga memaparkan, BTN memiliki keinginan untuk mencapai penguasaan aset sebesar Rp 100 Triliun pada akhir tahun 2012. Saat ini, asset BTN sudah mencapai Rp 73,83 Triliun.

Dengan asset sebesar itu, BTN masih akan bertengger dalam barisan 10 perbankan terbesar di Indonesia. Sampai 30 Juni 2011 (unaudited), Bank BTN telah membukukan pertumbuhan dibanding posisi yang sama tahun 2010 dengan Asset yang tumbuh sebesar 20,92%. Pertumbuhan ini juga diikuti oleh Dana Pihak Ketiga sebesar 27,41%, Kredit yang diberikan sebesar 21,46% dan Laba BTN sebesar 13,84%.

Saat ini, Bank BTN telah memiliki jaringan kantor yang cukup luas yang didukung oleh 551 jaringan kantor konvensional, 31 jaringan kantor dengan layanan syariah dan 2.661 kantor layanan yang tersambung secara on line dengan kantor pos di seluruh Indonesia.

Momok FLPP

Sementara itu, sekitar 30.000 ribu calon konsumen rumah sejahtera tapak (RST) yang ingin membeli dengan skim FLPP terancam gagal. Pasalnya, calon konsumen tersebut belum memiliki Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan. Umumnya, pembeli RST adalah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam tahun ini, target pemerintah memasok 184 ribu unit RST. Namun, sejauh ini, realisasinya belum mencapai 50%.
Hingga akhir semester I- 2011, realisasi akad kredit pembelian rumah dengan dukungan KPR FLPP baru sebanyak 69 ribu unit. Itupun semuanya direalisasikan oleh PT Bank Tabungan Negara (BTN), sementara kucuran KPR FLPP dari perbankan lain seperti BNI, Bukopin, bank pembangunan daerah sampai BPR, tak jelas hasilnya. Angka ini bisa lebih besar lagi jika SPT tak bermasalah. Pasalnya, ada 11 ribu calon konsumen BTN yang masuk waiting list untuk merealisasikan transaksinya.

Sebelumnya, Irman A. Zahiruddin, Direktur Bank BTN, menyatakan, kendala terbesar realisasi fasilitas likuiditas adalah persyaratan memiliki Nomor Peserta Wajib Pajak dan Surat Pemberitahuan Pajak.

Dia menyebut, sekitar 30% pembeli terhambat di NPWP dan SPT. SPT baru bisa didapatkan dengan menunjukkan NPWP. Tapi, tidak seluruh nasabah bersedia membuat SPT.

Meski banyak kendala yang mengganggu, namun Direktur BTN Irman A. Zahiruddin mengaku tetap optimis target realisasi penyaluran KPR FLPP untuk 120 ribu bakal tercapai dalam tahun ini.

Meskipun, imbuh Irman, untuk itu BTN harus menggenjot penyaluran KPR FLPP sepanjang Agustus sampai Desember 2011. "Rata-rata, realisasinya harus sebanyak 15 ribu unit per bulannya," jelas Irman. kam
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130