Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Perbesar Pendanaan

Sumber: Koran Jakarta
11/11/2009
BTN berupaya mempertahankan dominasinya di pasar perumahan dengan menambah pendanaan dari penjualan aset agunan ke pasar modal.
 
JAKARTA - Bank terbesar dalam pembiayaan perumahan, BTN, akan meningkatkan penguasaan pasar kredit dengan menambah dana dari penerbitan instrumen keuangan di pasar modal.

Bank tersebut akan mendapatkan dana dari penerbitan instrumen Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) senilai 390 miliar rupiah yang dijadwalkan hari ini.

"Instrumen ini untuk menambah kapasitas pembiayaan untuk KPR (kredit pemilikan rumah) khususnya. Sumber dana kredit BTN sepertiganya berasal dari cicilan, sisanya berasal dari sekuritisasi aset dan lain-lain," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, di Jakarta, Selasa (10/11).

BTN menjual aset-aset jaminan KPR kepada PT Sarana Multgriya Finansial (SMF) untuk mendapatkan dana segar. SMF bersama Danareksa kemudian menjual aset-aset tersebut dalam bentuk sekuritas dan ditawarkan dengan nama Danareksa SMF KPR BTN.

Menurut Iqbal, ada enam pihak selain SMF yang akan membeli instrumen beragun aset KPR itu. Para pemilik KIK EBA, yang kali ini merupakan penerbitan kedua kalinya, akan mendapatkan imbal hasil sebesar 11 persen, lebih rendah dibanding penerbitan pertama dengan yield 13 persen.

"SMF full commitment. Mereka punya investor seperti dana kesejahteraan karyawan. Bahkan, ada investor pribadi yang ingin membeli," imbuhnya.

Sementara itu, bank tersebut mencatatkan komitmen kredit sebesar 38,7 triliun rupiah dalam 10 bulan pertama tahun ini, sementara realisasi pinjaman hingga Oktober mencapai 12,5 triliun rupiah.

Penurunan suku bunga lanjutan, kata Iqbal, diharapkan dapat mendorong jumlah kucuran kredit sehingga memenuhi target 16 triliun rupiah sepanjang tahun ini.

Bank negara yang berencana melepaskan saham ke publik itu secara perlahan merevisi porsi penyaluran kredit menjadi 75 persen sektor perumahan serta industri terkait dan sisanya dilempar kepada sektor nonperumahan. Hal itu ditargetkan teralisasi pada 2012.

Saat ini, porsi kredit BTN terdiri dari 94 persen kepada sektor perumahan dan industri terkait dengan perumahan dan sisanya untuk kredit usaha mikro dan kecil, konsumsi, serta syariah. Dengan pembiayaan pada 120 ribu pembelian rumah per tahun, bank tersebut menguasai 25,09 persen total KPR.

Penawaran Saham

Untuk mengantisipasi tergerusnya permodalan akibat ekspansi pembiayaan ke depan, BTN berencana mempercepat proses penawaran saham perdana (IPO). Jumlah saham yang dilepas maksimal 30 persen. Saat ini, bank pelat merah itu menanti pernyataan efektif dari otoritas pasar modal.

Bank yang merekrut Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities sebagai penjamin emisi tersebut berharap rasio kecukupan modal (CAR) pada 2010 mencapai 25 persen.

"Kami harap CAR bisa jadi 25 persen dengan IPO. Pertumbuhan kredit 45 persen selama 2008 membuat CAR kami tahun ini turun 5 persen menjadi sekitar 16 persen," ungkap Iqbal.

IPO diharapkan dapat meningkatkan kinerja bank sehingga dapat memperbesar aset serta kredit. BTN menargetkan dapat masuk ke jajaran lima bank terbesar penyalur kredit dan 10 bank beraset terbesar.

Saat ini aset bank tersebut mencapai 52 triliun rupiah dengan laba sekitar 402 miliar rupiah. Target keuntungan yang ingin ditangguk hingga akhir tahun sebesar 485 miliar rupiah. xav/E-4
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130