Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Akan Terbitkan KIK EBA Rp 1 Triliun

Sumber: Investor Daily, 15 Desember 2010
03/01/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berencana menerbitkan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) sekitar Rp 750 miliar hingga Rp 1 triliun pada semester II-2011. Demikian disampaikan Wakii Direktur Utama BTN Evi Firmansyah di Jakarta, Selasa (14/12).
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berencana menerbitkan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) sekitar Rp 750 miliar hingga Rp 1 triliun pada semester II-2011. Demikian disampaikan Wakii Direktur Utama BTN Evi Firmansyah di Jakarta, Selasa (14/12).

Dia mengatakan, sebelum menerbitkan KIK EBA, perseroan terlebih dahulu emisi obligasi. "Kita akan menerbitkan obligasi pada semester I-2011. Nilainya belum dipastikan, tapi kemungkinan akan lebih besar dari KIK EBA," ujar Evi.

Aksi korporasi tersebut, kata Evi, dilakukan untuk ekspansi bisnis tahun depan BTN yang diperkirakan tumbuh sekitar 25%-30%. Perseroan optimistis kinerja bisnis lebih baik di 2011. Salah satunya didorong oleh banyaknya skema yang dikeluarkan pemerintah untuk kepemilikan perumahan. Kredit perumahan menjadi penyokong penyaluran kredit BTN mencapai 91% dari total keseluruhan kredit.

Sementara itu, perseroan mengakui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih memiliki kendala di lapangan. Peningkatan sosialisasi kepada calon nasabah atas persyaratan baru FLPP masih perlu ditingkatkan. Misalnya mengenai Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

"Kendala calon kreditor hanya syarat melampirkan NPWP dan SPT. Meski mudah, ini masih tetap perlu disosialisasikan," ujar dia. Evi mengatakan, perseroan berusaha mencapai target penyaluran FLPP hingga akhir tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun.

Tahun depan, BTN menargetkan menyalurkan kredit FLPP sebesar Rp 4 triliun. "Masyarakat akan semakin familiar dengan FLPP. Sekarang yang jadi masalah tinggal suplai rumahnya," jelas dia.

Sebelumnya, Direktur BTN Irman A Zahirudin mengatakan, perseroan menyalurkan FLPP sampai akhir November 2010 senilai Rp 400 miliar. Sedangkan pada Desember ini pihaknya berusaha memenuhi sisa target sebesar Rp 1,2 triliun. Upaya memenuhi sisa FLPP akan tercapai. Sebab, perseroan masih akan membiayai sekitar 16 ribu unit rumah.

Baru-baru ini BTN bekerja sama dengan PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) menerbitkan kartu kredit merek bersama (co-branding). Menurut rencana, produk ini akan diluncurkan pada Januari 2011.

"Dengan peluncuran ini kami berharap, nasabah dapat menggunakan kartu kredit BTN dan untuk meningkatkan fee based income perseroan," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, baru-baru ini

Optimalkan Potensi

Iqbal menjelaskan peluncuran kartu kredit melalui pola kerja sama co-braoding ditujukan untuk mengoptimalkan potensi pengembangan bisnis melalui basis data (data base) nasabah bank BTN. "Selain itu juga akan raenmgkatkan efisiensi biaya dan mempercepat penelrasi produk ke pasar," ujar dia.

Selain faktor efisiensi. menurut IqbaL kerja sama co-branding khususnya dengan Bank Mandiri juga didorong karena bank BUMN tersebut telah memiliki reputasi dan pengalaman dalam bisnis kartu kredit

"Untuk menjadi penerbit kartu kredit kanr membutuhkan waktu yang panjang dan membutuhkan investasi yang besar. Proses penunjukan Bank Mandiri memang selain dari sisi sinergi, juga karena dari beauty contestmereka lebih baik," ujar Iqbal.

Direktur Consumer Banking BTN Irman A Zahiruddin menambahkan sebelum memiliih Bank Mandiri sebagai mitra kerja, perseroan sudah melakukan beauty contesrterhadap 16 bank baik dari dalam dan luar negeri. "Nantinya, Bank Mandiri akan bertindak sebagai pengelola operasional dan manajemen risiko kartu kredit dan BTN yang akan menerbitkan dan menjualnya," ungkap dia.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130