Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Akan Terbitkan MTN hingga Rp 1 T

Sumber: Investor Daily, 26 Januari 2011
28/01/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) pada semester I-2011. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 500 miliar - Rp. 1 triliun.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) pada semester I-2011. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 500 miliar - Rp 1 triliun.

"Penerbitan MTN ini baru pertama kali dilakukan BTN," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Selasa (25/1).

Selain MTN, perusahaan pelat merah itu bakal menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,52 triliun dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIKEBA) senilai Rp 750 miliar 1,25 triliun.

Dengan demikian, perseroan berpeluang meraup dana segar sebesar Rp 2,75-4,25 triliun. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi. Tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 25-27%.

Adapun penyaluran kredit baru tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 26 triliun atau 23,8% dibanding 2010 sebesar Rp 21 triliun. Kredit baru itu bakal dikontribusi sektor konsumsi terutama kredit pemilikan rumah (KPR).

Sisanya Rp 8 triliun berasal dari kredit komersial. " Sementara itu, BTN memproyeksikan kenaikan laba bersih 40% hingga akhir 2011. "Pertumbuhan tersebut bakal ditopang oleh peningkatan bisnis dan strategi perusahaan mendapatkan pendanaan murah," jelas Iqbal.

Tahun lalu, penyaluran kredit BTN diperkirakan meningkat 28-30%. Dana pihak ketiga (DPK) naik 1719%. Sedangkan laba bersih naik 6365% dibandingkan 2009 sebesar Rp 490 miliar.

Dengan asumsi tersebut, laba bersih BTN sepanjang 2010 diperkirakan mencapai Rp 800 miliar, atau melampaui target semula Rp 746 miliar.

Kenaikan laba bersih perseroan juga didukung oleh pengembalian dana pencadangan dari penerapan sistem akuntansi keuangan (PSAK) 55 yang baru. Penerapan PSAK tersebut memungkinkan pengalihan dana pencadangan yang berlebih ke pos pendapatan.

Dalam PSAK 55 disebutkan bahwa bank harus memberikan pencadangan sesuai kondisi portofolio kredit yang ada saat itu. Besar pencadangan setara dengan nilai kredit bermasalah yang ada pada bank tersebut.

Masih Wajar

Manajer Investasi Indo Premier Securities Suherman Santikno menilai, rencana BTN menerbitkan surat utang tergolong wajar. Sebab, perseroan belum terlalu kuat dalam pendanaan. "BTN memerlukan financing untuk ekspansi dan perseroan belum bisa mengandalkan dana pihak ketiga (DPK)," jelas Suherman.

Dia menjelaskan, saat ini rasio kecukupan modal (CAR) BTN sekitar 12%. Selama ini, BTN sangat kuat di sektor kredit perumahan menengah ke bawah.

Suherman menegaskan, dengan penerbitan surat utang untuk ekspansi, BTN mampu meningkatkan laba bersih pada 2011 sekitar 20%. Sebab, persaingan usaha di sektor perbankan tahun ini semakin ketat. (c07)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130