Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Akan Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

12/02/2008
 
New Page 1 [JAKARTA] Selama tahun 2008 ini, Bank Tabungan Negara (BTN) menyiapkan tiga strategi untuk meningkatkan daya saing, yakni menambah modal melalui penerbitan saham (initial public offering/IPO), menyiapkan program sekuritisasi aset, serta penerbitan obligasi senilai Rp 1 triliun. "Semua rencana itu akan kami jalankan setelah Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) disetujui," kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Senin (11/2) dalam siaran tertulisnya yang diterima SP, dalam rangka HUT ke-58 BTN. Dikatakan, langkah IPO tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas kredit baru BTN dalam rangka pelayanan kepada masyarakat yang akan membeli rumah. "Kami menargetkan untuk menyalurkan kredit baru tahun 2008 sebesar Rp 10,43 triliun atau naik 26 persen dibanding tahun 2007. Sampai Desember 2007, BTN telah mengucurkan kredit lebih dari Rp 55 triliun dengan jumlah rumah mencapai 2,5 juta unit," katanya. Sebagian dana akan disalurkan untuk mendukung program pemerintah membangun rumah susun sederhana milik (Rusunami), yang kini lazim disebut apartemen murah. Permohonan kredit apartemen murah itu sudah mulai diproses tahun 2008 ini. Tidak hanya kredit pemilikan apartemen (KPA) dan kredit pemilikan rumah (KPR), BTN juga tetap menyediakan kredit konstruksi Rusunami. "Sampai saat ini, terdapat 63 menara yang sedang diproses, untuk kemudian akan dilanjutkan dengan KPA. Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kami juga tengah menyiapkan strategi di bidang produk serta harga (product and pricing). Sementara itu, Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asy'ari sangat mendukung upaya perkuatan modal BTN untuk memperbesar peranan bank ini dalam membiayai rumah. "Selama ini, kami sangat mengharapkan BTN menjadi bank yang khusus membiayai sektor perumahan. Sebab, selama ini program pemerintah sangat terbantu dengan kehadiran BTN, terbukti dalam tiga tahun terakhir BTN masih menjadi penyalur terbesar KPR bersubsidi," jelasnya. Akuisisi Sebelumnya, Sekretaris Menteri Negara Perumahan Rakyat (Sesmeneg Pera) Iskandar Saleh mengatakan, mata rantai persetujuan permohonan KPR akan sangat panjang jika BTN diakuisisi oleh bank BUMN lainnya, seperti diwacanakan oleh Kementerian Negara BUMN. "Persetujuan kredit tidak cukup lagi dilakukan oleh Kepala Cabang BTN, tetapi harus melalui Direktur Kredit Ritel," kata Iskandar. Padahal, lanjut Iskandar, urusan Direktur Ritel tidak hanya KPR, tetapi juga kredit ritel lainnya, seperti kredit mobil. "Bahkan mungkin, jika berkaitan dengan pembiayaan rumah sederhana sehat (RSh) maupun Rusunami, kredit yang nilainya lebih tinggi akan didahulukan. Ini karena biaya collection (penagihan) KPR dengan nilai Rp 100 juta dengan Rp 1 miliar sama saja. [N-6] (Suara Pembaruan)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130