Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Bangun 7.000 Rumah di Sulselbar

05/05/2008
 
New Page 1 NERACA Makassar - Bank Tabungan Negara (BTN) melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tahun 2008 akan membangun 7.000 unit rumah berbagai tipe di provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dengan nilai investasi seluruhnya Rp685 miliar "Kredit kemitraan dalam bentuk rumah yang dibangun BTN tahun ini lebih besar dari yang disalurkan tahun 2007 sebanyak Rp475 miliar untuk 6.500 unit rumah di dua provinsi tersebut," kata Direktur Utama Bank BTN, Iqbal Latanro usai bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Sabtu. Menurut Iqbal, rumah KPR-BTN yang dibangun tersebut ditujukan bagi semua golongan masyarakat dengan tujuan agar mereka memiliki rumah sendiri dengan bunga bank relatif murah. Dikatakannya, pihaknya bertemu Gubernur Sulsel itu untuk melaporkan rencana pembangunan rumah tersebut serta untuk mengetahui program pemerintah provinsi Sulsel terkait dengan bisnis perumahan. Hal ini terkait dengan konsentrasi bisnis BTN yang bergerak di bidang bisnis perumahan akan membantu pemerintah setempat dalam pengadaan rumah bagi PNS propinsi Sulsel agar mereka bisa berkonsentrasi dan menekuni pekerjaan di kantornya. "BTN sangat merespon program Gubernur Syahrul yang ingin mendekatkan bank dengan rakyatnya khususnya bagi petani dan nelayan melalui slogan "Ayo ke Bank Ambil Kredit Sayang," yang merupakan gerakan untuk meningkatkan produksi pangan di daerah ini," katanya kepada Antara. Iqbal pun mengungkapkan jika Gubernur Sulsel menyambut baik rencana BTN membangun rumah sebanyak itu bagi kesejahteraan pegawai dan masyarakatnya. Gubernur pun berharap agar Bank BTN berperan dalam gerakan tersebut jika ingin melihat masyarakat lebih sejahtera dengan memberi kemudahan mengambil kredit, sebab selama ini petani dan nelayan dipersulit mengambil pinjaman di bank dengan berbagai alassan di antaranya tidak ada agunan yang layak atau penjamin. Sekarang ini, ungkap Gubemur, petani dan nelayan di 23 kabupaten/kota di provinsi Sulsel sudah membentuk kelompok tani/nelayan yang dijamin pemerintah setempat untuk mendapatkan kredit di bank supaya usahanya lebih berkembang sehingga pendapatannya juga bertambah. "Kalau hasil pertanian tidak ada maka industri juga tidak jalan. Karena itu, perbankan perlu mengucurkan kredit agar produksi padi, jagung, kakao dan rumput laut yang dikelola petani/nelayan bisa maju dan meningkat kata Gubernur Ia menambahkan, Sulsel tahun ini menargetkan surplus beras dua juta ton dan jagung di atas satu juta ton/ tahun. Ini artinya, produksi padi dan jagung tahun ini akan naik rata-rata 25-30 persen dari produksi gabah kering.* (Harian Ekonomi Neraca)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130