Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Bantah SMF Minta Bunga 2% per Tahun

27/03/2006
 
New Page 1 JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi membantah pernyataan yang menyebutkan, SMF meminta bunga sebesar 2% per tahun jika SMF menempatkan dananya di BTN. Ia mengungkapkan, yang benar adalah angka 2% itu merupakan besarnya fee yang akan diterima SMF. Namun, lanjut dia, semua itu menunggu keputusan dari Departemen Keuangan (Depkeu) selaku mediator antara BTN dengan SMF. Ia menambahkan, jika ternyata didapat kesimpulan yang menguntungkan kedua belah pihak (dari segi bisnis, red), maka keduanya harus mengikuti aturan main yang telah disepakati. Di lain pihak, Kodradi mengaku masih mengkaji biaya-biaya seperti operasional, konsultasi, maupun biaya lain yang dibebankan ke BTN terkait penempatan 'uang' SMF. Karena, ungkap dia, ini menyebabkan cost of fund yang lebih besar yang harus ditanggung BTN. Sebelumnya beberapa waktu lalu, Direktur Utama SMF Erica Suroto mengatakan, pihaknya masih menggodok gagasan perihal produk pembiayaan yang diharapkan menarik perbankan untuk menempatkan seluruh fasilitas kredit pemilikan rumahnya pada instrumen tersebut. "Kami mengharapkan pembiayaan yang dikelola menjadi lebih kompetitif sehingga akan berkembang berdasarkan mekanisme pasar. Produk finalnya masih kami persiapkan," katanya. Menurut dia, setidaknya ada dua masalah yang sudah diinventarisasi yaitu soal eksekusi hak tanggungan dan perpajakan. Mengenai soal eksekusi hak tanggungan ini dimana hak eksekusi atas hak tanggungan dari debitor belum sepenuhnya bisa diterapkan. Hal ini disebabkan adanya kontradiksi hukum dengan regulasi warisan kolonial Belanda. Sementara soal perpajakan, masih terus dibahas untuk mendapatkan ruang yang bisa mendorong pembiayaan perumahan tidak menghadapi beban pajak secara berlebihan atau pajak berganda. Selanjutnya, Kodradi berharap PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bisa beroperasi secepatnya. BTN menyayangkan jika hingga akhir 2006, SMF belum dapat beroperasi. Menurut Kodradi, dengan cepat beroperasinya SMF, maka persoalan pendanaan bagi kebutuhan rumah sederhana sehat (RSH) yang sangat mendesak di Indonesia, sedikit banyak bisa diselesaikan. Kodradi mengatakan, dengan beroperasi SMF, maka kemampuan dari bank-bank yang menyalurkan KPR bisa menjadi meningkat. Ia memberi contoh, BTN yang hanya mampu menyalurkan KPR sebanyak 75.000 unit pertahun. Bila nanti setelah ada kesepahaman bersama (memorandum of understanding/MoU), maka penyaluran KPRnya bisa meningkat. "Jika MoU itu telah berjalan dengan dana yang disepakati untuk disetorkan ke BTN sebesar Rp 500 miliar, maka kemampuan penyaluran KPR BTN bisa meningkat menjadi 175.000 unit," kata Kodradi.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130