Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Berburu Dana Rp. 3 triliun

Sumber: Bisnis Indonesia, 28 September 2010
28/09/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk berencana mencari pendanaan senilai Rp. 3 triliun pada tahun depan untuk menyeimbangkan struktur pendanaan dan mengem bangkan usaha.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk berencana mencari pendanaan senilai Rp. 3 triliun pada tahun depan untuk menyeimbangkan struktur pendanaan dan mengem bangkan usaha.Dirut BTN Iqbal Latanro mengungkapkan perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp. 1,5 triliun hingga Rp. 2 triliun. Tenor dari obligasi tersebut, lanjut dia, berkisar 5 tahun hingga 10 tahun.

“Kami juga berencana menggelar sekuritisasi aset senilai Rp. 1 triliun pada tahun depan,“ ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menuturkan pendanaan tersebut untuk menyeimbangkan struktur pendanaan (maturity mismatch) perseroan. Saat ini, lanjut dia, BTN juga telah mengajukan dokumen sekuritisasi aset kredit senilai Rp. 750 miliar ke PT Bursa Efek Indonesia.

Dia menambahkan perseroan juga telah mengajukan usulan kepada pemerintah supaya membantu ekspansi kredit BTN dengan menempatkan dana sebesar 60% dari setiap kredit yang disalurkan. “Kami sudah mengajukan usulan ini kepada pemerintah tetapi sampai saat ini belum ada keputusan.“

Iqbal juga menuturkan BTN berencana mengajukan penawaran saham terbatas (rights issue) supaya kepemi likan publik bisa mencapai 40%. Saat ini, kepemilikan pemerintah di BTN mencapai 73%. “Semula kami prediksi divestasi saham BTN bisa dilakukan pada 2014. Namun, ekspansi kredit BTN yang tinggi menyebabkan keperluan tambahan modal bagi perseroan.“

Setiap bulan, BTN bisa menggelar ekspansi kredit sebesar Rp. 1,5 triliun hingga Rp. 2 triliun dengan fokus utama ke sektor perumahan. Sampai akhir semester I 2010, rasio kecukupan modal BTN mencapai level 18,71%.

Laba bersih BTN pada semester I tahun ini tumbuh 97,11% menjadi Rp390,61 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp. 198,16 miliar.

BTN merupakan bank milik pemerintah terakhir yang menjadi perusahaan publik. Bank ini memiliki bisnis inti dalam kredit perumahan, kendati beberapa pekan lalu mulai menggarap kartu kredit.
Naik 100% Kemarin, saham bank berkode BBTN ini diperdagangkan pada Rp. 1.860, naik Rp. 30 dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang 2010, saham BTN telah mencetak keuntungan 100% dari Rp. 840.

Kenaikan saham BTN ini lebih tinggi dari gain yang dicetak oleh emiten keuangan yang hingga awal September mencapai 39,5%. Selain BTN, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk juga mengalami lonjakan signifikan yakni 91%.

Selanjutnya saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mengalami kenaikan 42% dari Rp. 4.675 menjadi Rp. 6.650 kemarin.

Para analis berpendapat pemulihan ekonomi menjadi pemicu kenaikan saham sektor tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir perekonomian nasional memang mengalami pemulihan.

Bahkan, target pertumbuhan ekonomi pada 2010 adalah 6,2% tak lepas dari membaiknya kinerja sektor keuangan dan perbankan sehingga menggerakkan sektor riil. (HERY TRIANTO) (munir.haikal@bisnis.co.id)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130