Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Bidik Sekuritisasi Aset Rp1 T

Sumber: Seputar Indonesia Pagi, 09 September 2010
27/09/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menaikkan target dana sekuritisasi aset kredit pemilikan rumah (KPR) tahap tiga dari Rp. 750 miliar menjadi Rp. 1 triliun pada kuartal IV/2010.

 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menaikkan target dana sekuritisasi aset kredit pemilikan rumah (KPR) tahap tiga dari Rp. 750 miliar menjadi Rp. 1 triliun pada kuartal IV/2010.

Optimisme tersebut seiring dengan banyaknya permintaan investor yang melakukan pemesanan.”Untuk sekuritisasi aset KPR, rencana kita sebesar Rp. 750 miliar, apabila kondisi memungkinkan jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi Rp. 1 triliun,”ungkap Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah kepada harian SINDO di Jakarta kemarin. Evi mengatakan, hingga saat ini manajemen belum memutuskan untuk menentukan upsize sekuritisasi aset tersebut menjadi Rp. 1 triliun,.

Hal itu disebabkan ada prasyarat yang harus dipenuhi oleh manajemen. ”Saat ini belum diputuskan oleh manajemen terkait hal itu,”katanya. Namun, Evi mengisyaratkan bahwa penerbitan sekuritisasi aset pada 2011 dalam hal jumlah akan lebih optimistis dibandingkan dengan tahun ini.Pasalnya,Indonesia diharapkan mencapai level investment gradesehingga akan banyak investor yang berminat membeli surat berharga termasuk membeli sekuritisasi aset yang diterbitkan BTN.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dana hasil sekuritisasi aset ini akan dialokasikan perseroan untuk meningkatkan ekspansi KPR sebesar 25–30%.Selama ini KPR menyerap 92–94% penyaluran kredit perseroan. Adapun sebanyak 6–8% kredit lainnya disalurkan untuk sektor konstruksi dan konsumsi. “Tambahan dana dari sekuritisasi aset ini, akan memperpendek jarak jatuh tempo sumber dana dan penyaluran kredit,”katanya.

Evi mengatakan, peningkatan ekspansi kredit akan menopang pertumbuhan laba perseroan di akhir tahun 2010.Hingga semester I/2010, BTN mencatat perolehan laba sebesar Rp390,61 miliar atau naik 97,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.”Terkait dengan perolehan laba bersih akhir tahun ini kemungkinan besar bisa lebih tinggi dari yang ditargetkan,” jelasnya.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro meyakinkan bahwa sekuritisasi aset tahap tiga akan selesai pada September ini.Nilai target awal sudah terpenuhi namun belum resmi ditandatangani. ”Target Rp. 750 miliar sudah terpenuhi tapi belum ditandatangani,”kata Iqbal. Namun, jika pasar sekuritasasi aset merespons dengan baik,maka perseroan tidak menutup kemungkinan bisa menaikkan targetnya menjadi Rp. 1 Triliun sampai Rp. 2 triliun.

Peminat sekuritisasi aset tahap tiga ini, lanjut Iqbal, merupakan investor dari lokal. ”Untuk investor dari Malaysia bukan akan membeli sekuritisasi aset ini.Ini soal lain tapi intinya ada investor yang berminat dengan kita,” katanya tanpa mau menyebutkan investor dari Malaysia tersebut. Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) memang belum mendapat konfirmasi secara langsung dari BTN tentang hal tersebut.

Namun, SMF akan menyerahkan mekanisme upsize ke penerbit sekuritisasi. ”Kalau pak Iqbal mengatakan demikian, ya alhamdulillah,”kata Erica. Namun terkait investor yang membeli sekuritisasi aset tahap tiga ini, Erica menolak untuk berkomentar karena hal itu akan menjadi wewenang penjamin emisi (underwriter).

BTN telah menunjuk tiga sekuritas untuk menangani sekuritisasinya. Yaitu PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, dan PT Trimegah Securities.”Tapi, saat ini kemungkinan belum bisa diinformasikan,”jelasnya. (didik purwanto) 
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130