Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Catatkan Obligasi Senilai Rp 1 Triliun

22/09/2006
 
New Page 1 Surabaya-Obligasi XII Bank BTN Tahun 2006 dengan pokok obligasi senilai Rp1 triliun menurut rencana akan diterbitkan tanpa warkat, akan dicatatkan dan dapat diperdagangkan melalui Bursa Efek Surabaya (BES) dan atau dilaporkan perdagangannya melalui sarana yang disediakan BES mulai hari ini 20 September 2006. Pencatatan di Bursa Efek Surabaya (BES) direncanakan berlangsung 27 September 2006. Perseroan membuka kemungkinan menaikkan jumlah obligasi yang diterbitkan apabila kondisi pasar memungkinkan percepatan ekspansi kredit. Rencana penerbitan obligasi sebesar Rpl triliun pada tahun depan sudah masuk dalam rencana kerja 2007. Kadiv Perdagangan Surat Utang (Obligasi) BES, Erna Dewayani, Selasa, mengemukakan, berdasarkan hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFIN-DO) atas obligasi tersebut adalah idA (single A plus; Stable Outlook). Bank Tabungan Negara menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun berjangka waktu 10 tahun. Obligasi kedua belas ini merupakan emisi tertinggi yang pernah diterbitkan oleh BTN. Tingkat suku bunga yang ditawarkan adalah tingkat suku bunga obligasi pemerintah berbunga tetap seri FR30 ditambah 25-125 basis poin. Obligasi yang dicatatkan tersebut dengan kode obligasi BBTN12 dan kode ISIN IDAOO0031108. Jenis bunga yang ditawarkan adalah tetap, tingkat bunga 12,75 persen. Sedangkan frekuensi pembayaran bunga triwulanan dan jatuh tempo, 19 September 2016. Setelah ulang tahun kesatu sejak tanggal emisi, Perseroan (Bank BTN) dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi sebelum tanggal pelunasan pokok obligasi. Perseroan mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian kembali tersebut untuk dipergunakan sebagai pelunasan obligasi atau untuk disimpan. Namun, Perseroan wajib mengumumkan peredaran nasional mengenai rencana pembelian kembali atau pembatalan pembelian kembali dengan memperhatikan ketentuan dalam Penjanjian Perwaliamanatan dan peraturan perundangan yang berlaku. Obligasi tersebut tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, dan yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang obligasi. BTN pada tahun depan berencana emisi obligasi Rpl triliun sekaligus melepas saham ke publik melalui penawaran umum perdana (initial public offering/lPO). Melalui IPO diharapkan BTN dapat memperoleh dana segar Rp 1,5 2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi kredit. IPO BTN tahun depan itu mungkin akan menggunakan laporan keuangan periode Desember 2006 sehingga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratioCAR) BTN dapat bertahan pada kisaran 15 persen. Sementara rasio kredit bermasalah neto sebesar 2,55 persen dari target 2006 sebesar 3,67 persen. Adapun pendapatan bunga bersih per Juni sebesar Rp 718 miliar dari target Rp 1,514 triliun. Laba bersihnya Rp 152,1 miliar dari target Rp 297,9 miliar.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130