Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Cetak Laba Kotor Rp354,57 Miliar pada 2006

15/01/2007
 
New Page 1 JAKARTA (Media): PT Bank Tabungan Negara (BTN) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp354,57 miliar (unaudited) pada tahun buku 2006. Sementara itu realisasi kredit bank pelat merah itu mencapai Rp6,28 triliun dari target Rp5,76 triliun. Direktur Utama BTN Kodradi mengungkapkan hal itu seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan agenda penyampaian rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2007 di Jakarta, kemarin. "Kita belum tahu berapa laba setelah diaudit. Yang jelas, target laba bersih setelah pajak yang dicanangkan awal 2006 sebesar Rp297,09 miliar," ucapnya. Realisasi kredit rumah sederhana sehat (RSh), lanjut Kodradi, mencapai 83.468 unit, dengan nilai Rp2,74 triliun. Secara jumlah unit, ia mengakui bahwa BTN tidak berhasil memenuhi target 100 ribu unit. Namun secara nominal, pihaknya berhasil melampaui target Rp2,41 triliun. Untuk tahun ini, BUMN perbankan tersebut menargetkan penyaluran kredit untuk 110 ribu unit rumah. Sedangkan kredit diproyeksikan tumbuh 28%, dari Rp5,76 triliun menjadi Rp7,84 triliun dengan total outstanding naik 22,08% ke level Rp22,2 triliun. Sekitar Rp7,84 triliun dari jumlah tersebut, terdiri dari kredit konvensional sebesar Rp7,40 triliun dan kredit syariah Rp440 miliar. Sementara pembiayaan bagi 110 ribu unit RSh diperkirakan menelan dana sebesar Rp2,4 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih ditargetkan mencapai Rpl,78 triliun atau naik 23,83% jika dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih pada 2006. Kodradi juga memperkirakan rasio kredit macet (NPL) gross akan sedikit meningkat ke posisi 4,5% dari NPL pada 2006 yang sebesar 3,75%. Kenaikan tersebut, menurutnya terkait dengan faktor bencana alam yang menimpa sejumlah nasabah BTN di beberapa daerah. "Naiknya NPL itu juga berkaitan dengan sejumlah nasabah BTN yang juga menjadi korban bencana seperti di Jawa Timur, seperti bencana lumpur Lapindo dan bencana alam lainnya," ujar pria berusia 63 tahun itu. Berkaitan dengan besaran dividen yang akan disetorkan BTN kepada stakeholder, yaitu pemerintah, Kodradi mengatakan hal itu baru dapat ditetapkan seusai merampungkan laporan keuangan tahun buku 2006. "Besaran dividen tergantung keputusan RUPS yang dijadwalkan pada Mei 2007. Dividen BTN umumnya mencapai 50% dari laba bersih tahun berjalan," ucapnya. Mengenai rencana privatisasi terhadap BTN, Kodradi mengatakan hal tersebut telah disetujui secara prinsip oleh Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Namun, metode privatisasi apa yang akan ditempuh, akan diputuskan dalam Komite Privatisasi sebelum dibawa ke DPR. "Kita sih maunya ya IPO. Besarannya maksimum 30%. Dan di RUPS tadi, target waktu privatisasi diminta awal triwulan IV-2007." Dengan persetujuan Kementerian BUMN tersebut, lanjut direktur yang masa jabatannya terus diperpanjang itu, pihaknya membatalkan rencana penerbitan obligasi Rpl triliun.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130