BTN Dapat Suntikan Jamsostek Rp 300 M
New Page 1 Untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat, khususnya para pekerja, Bank BTN mendapat suntikan dana segar dari PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Dana sebesar Rp 300 miliar Ini dialokasikan buat pinjaman uang muka perumahan (PUMP) bagi
pekerja. PUMP yang digelontorkan Jamsostek ini meningkat dari sebelumnya Rp90 miliar menjadi Rp 300 miliar. Dana ini akan dimanfaatkan bagi 20 ribu pekerja yang terdaftar sebagai peserta Jamsostek. Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengatakan kerjasama
ini merupakan momen yang baik di tengah banyaknya masyarakat yang membutuhkan rumah yang layak dan sehat. "Para pekerja yang menjadi aset yang tidak ternilai harganya bagi perusahaan perlu juga mendapatkan perhatian dari perusahaan tempat mereka bekerja untuk
mendapatkan fasilitas rumah tersebut," tutur Evi dalam penandatanganan kerjasama tersebut dengan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di Kantor Pusat BTN, kemarin. Dalam kerjasama ini Jamsostek telah menjembatani permasalahan ini dengan memberikan bantuan
Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) bagi para pekerja yang telah menjadi anggotanya. "Bank BTN menyambut positif hal ini karena mendapat kepercayaan sebagai pihak bank yang akan membantu penyalurannya," ujar Evi. Sementara, Hotbonar mengatakan terdapat kendala
sehingga penyerapan PUMP masih rendah. Kendalanya adalah program tersebut belum mendapat dukungan dan perbankan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih minim Saat ini hanya BTN dan Bank Syariah Mandiri menjadi mitra penyalurannya. Namun, pihaknya optimistis
dapat mengatasi kendala tersebut sehingga target penyaluran bisa tercapai. "Jamsostek berusaha mengatasi permasalahan tersebut dan mampu menyalurkan PUMP sesuai target," tegasnya. Menurut Hotbonar, melalui kerja sama ini menjadi momen terbaik di tengah banyaknya
kebutuhan tempat tinggal yang layak dan sehat. Sedangkan para pekerja menjadi aset tidak ternilai dan perlu mendapat perhatian dari perusahaan berupa fasilitas rumah tersebut. Atas dasar itu. Jamsostek menjembatani masalah tersebut melalui PUMP bagi para pekerja
yang sudah menjadi anggota. Dana PUMP sebesar Rp 300 miliar yang dialokasikan tahun ini, lanjut Hotbonar, dapat dimanfaatkan oleh 20 ribu pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta Jamsostek dan untuk mendapatkan fasilitas ini, para pekerja harus mengajukan
surat permohonan kepada PT Jamsostek cabang dimana anggota tersebut terdaftar sebagai anggota. Atas rekomendasi dari Jamsostek, selanjutnya peserta mengajukan ke BTN bersama dengan pengajuan KPR-nya. "Namun ada syarat lain yang harus dipenuhi," paparnya. Horbonar
menambahkan syarat tersebut adalah telah menjadi peserta Jamsostek minimal satu tahun, belum pernah memanfaatkan PUMP dan belum memiliki rumah. Selain itu, penghasilan pekerja maksimum Rp 4,5 juta dan besarnya PUMP maksimum Rp20 juta dengan bunga 6 persen
serta jangka waktu maksimum 10 tahun. MAUL *(Rakyat Merdeka)