Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Dukung Fasilitas Likuiditas

Sumber: Investor Daily
25/01/2010
PT Bank Tabungan NegaraTbk (BTN) mendukung rencana pemberian fasilitas bantuan likuiditas dari pemerintah sebagai pengganti skema subsidi perumahan. "Kami mendukung program penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan masyara­kat menengah ke bawah. Oleh karena itu, kami siap memanfaatkan fasilitas ini," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam diskusi mengenai "Masa Depan Industri Perumahan Nasional" di Bogor, belum lama ini.
 
PT Bank Tabungan NegaraTbk (BTN) mendukung rencana pemberian fasilitas bantuan likuiditas dari pemerintah sebagai pengganti skema subsidi perumahan. "Kami mendukung program penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan masyara­kat menengah ke bawah. Oleh karena itu, kami siap memanfaatkan fasilitas ini," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam diskusi mengenai "Masa Depan Industri Perumahan Nasional" di Bogor, belum lama ini.

 
Namun, Iqbal mengatakan, sebelum skema fasilitas itu bisa efektif diterapkan, BTN akan menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi. "Pengucuran KPR akan terus berjalan walaupun tanpa ada subsidi pemerintah karena memang itu adalah bisnis utama BTN. Jadi, kami tetap memberikan KPR kepada ma­syarakat menengah ke bawah untuk memiliki hunian," ujar Iqbal.

 
Ketua Umum DPP Persatuan Pengembang Realestat Indonesia (REI) Teguh Satria berharap sebelum pola subsidi yang baru betul-betul diterapkan, sebaiknya ada masa transisi dengan menggunakan pola subsidi yang lama. Hal itu bertujuan supaya tidak terjadi kevakuman dalam pembiayaan KPR bersubsidi yang dapat berakibat timbulnya kepanikan masyarakat maupun pengembang. "Jadi, jalan dulu dengan pola sub­sidi yang sudah ada, sebelum meng­gunakan yang baru. Subsidi perumahan jangan langsung dihentikan karena akan merugikan semua pihak," ujar Teguh Satria.

 
Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa akan membentuk kendaraan serbaguna atau special purpose ve­hicle (SPY) untuk mengelola sumber dana murah yang akan digunakan dalam program pengadaan hu­nian bagi masyarakat berpenghasil­an rendah. Menurut Suharso, lembaga baru tersebut akan mengubah mekanisme subsidi bagi kbnsumen dan menekan suku bunga KPR. "Jadi, nantinya suku bunga KPR akan tetap selama tenor berjalan," ujarnya.

 
Terimbas Perdagangan Bebas

Sementara itu, Iqbal memprediksikan, pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas dengan RRT (FTA) akan berimbas pada penurunan performa KPR rumah sederhana sehat (RSh) bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

 
"Kami punya data yang menunjukkan FTA bisa berpengaruh pada KPR rumah murah. Perdagangan bebas akan menyebabkan tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tinggi di kawasan industri atau pabrik," ujarnya.
Kredit bermasalah (non perform­ing faan/NPL) KPR bersubsidi, jelas dia, bakal meningkat. "Pada 2008, NPL kredit rumah murah yang tertinggi terjadi di wilayah Tangerang, yang banyak sekali indus­tri dan pabriknya," jelas Iqbal.
Selain itu, penyebab terjadinya kredit bermasalah pada KPR ber­subsidi RSh tersebut, kata Iqbal, juga bisa dipicu dari ulah konsumen itu sendiri, seperti mengambil kre­dit berlebih atau pinjaman lain di luar KPR rumah murah. "Bisa pula akibat terkena musibah, ketika anak atau keluarganya masuk rumah sakit dan perlu biaya lebih, sehingga mereka tidak mencicil lagi KPRnya," tutur Iqbal.

 
Kendati demikian, Iqbal tetap optimistis pada 2010 perseroan bisa menyalurkan KPR bersubsidi mencapai 90-95% dari anggaran KPR. "KPR bersubsidi bagi masyarakat menengahbawah masih menjadi pangsa pasar terbesar bagi BTN. Penyaluran kredit perumahan BTN per November 2009 tumbuh 13,37% atau lebih tinggi dari bank lain yang hanya 5,45%," kata Iqbal menandaskan. (wyu)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130