BTN Galang Dana Rp 3,5 Triliun
New Page 1 JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara menggalang dana tahun ini sebesar Rp 3,5 triliun guna menambah permodalan dan ekspansi bisnis. Langkah tersebut dilakukan melalui penawaran saham perdana {initial public offering/IPO), sekuritisasi aset, dan penerbitan
obligasi. Tiga paket tersebut tetap jalan," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Lantanro usai peluncuran kerja sama dengan Yayasan Nurani Dunia, di Jakarta, Selasa (8/7). Menurut Iqbal, BTN menargetkan perolehan dana dari obligasi sebesar Rp 1 triliun, IPO Rp 2
triliun, dan sekuritisasi aset Rp 500 miliar. Seluruh proses tersebut diyakini manajemen bisa terealisasi tahun ini. Saat ini manajemen BTN tengah mempersiapkan berbagai kelengkapan guna merealisasikan program tersebut. Iqbal menambahkan, pihaknya sudah menunjuk
PT Sarana Multigriya Finansial untuk menangani proses sekuritisasi aset. Sedangkan program penerbitan obligasi tengah digodok oleh manajemen dan tetap akan dijalankan, kendati situasi pasar belum kondusif. "Persiapan-persiapan ke arah itu sedang jalan, belum
ada rencana pembatalan," tegas Direktur Treasury BTN Saut Pardede. Saut menambahkan sejalan dengan itu, pihaknya juga mempersiapkan rencana IPO. "Sudah ada tim di kementerian yang menangani IPO BTN. Proposalnya sudah diajukan ke DPR, tinggal menanti kapan
dengar pendapat dengan anggota dewan," kata dia. Terkait hasil road show BTN ke Hong Kong dan Singapura, Saut memaparkan, minat investor asing terhadap saham BTN sangat tinggi. Rata-rata investor tersebut merasa yakin dengan fundamental dan bisnis yang digarap
BTN ."Mereka suka dengan BTN, karena segmen bisnisnya jelas," kata dia. BTN dinilai para investor tersebut memiliki pasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yakni perumahan. "Dari sisi NIM juga menjanjikan," kata dia. Pada 2012, BTN menargetkan perolehan
laba bersih Rp 1,3 triliun, meningkat jauh dibandingkan perolehan tahun lalu sebesar Rp 402 miliar. Tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 27%. (rav)