Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Gencar Tekan NPL

27/10/2005
 
Jakarta, Bisnis RM Pasca kenaikan harga BBM, dikhawatirkan kemampuan ekonomi masyarakat makin berkurang. Termasuk dalam membayar cicilan kredit yang bisa membuat kredit bermasalah (non performing loan-NPL) perbankan membengkak. Akibatnya, perbankan lebih berhati-hati menyalurkan kredit. Sebaliknya, BTN malah kian gencar menyalurkan kredit. "Saat ini ada kecenderungan kredit macet (NPL) sejumlah bank mengalami kenaikan, yang antara lain disebabkan faktor kebijakan Bank Indonesia dan kondisi makro ekonomi yang tidak mendukung akibat kenaikan harga BBM," kata Dirut BTN Kodradi usai berbuka puasa bersama 1.210 anak yatim dan dhuafa di Jakarta, Senin (24/10). Menurut Kodradi, justru yang dikhawatirkan saat ini faktor makro ekonomi pasca kenaikan harga BBM. Perkiraan sementara banyak PHK sehingga pendapatan tidak ada. "Itu artinya NPL juga meningkat," katanya. Untuk menurunkan NPL, lanjut Kodradi, dapat diupayakan dengan meningkatkan kredit baru tetapi kondisi saat ini juga sulit. Hingga akhir tahun ini, BTN tetap mempertahankan NPL di bawah 5 persen. Saat ini, NPL BTN per September masih tergolong kecil sebesar 1,8 persen. Mengenai penyaluran kredit 2005, Kodradi mematok angka di atas Rp 5 triliun atau melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 4,08 triliun dengan mengoptimalkan kredit di sektor Rumah Sederhana Sehat (RSH). "Kalau dibilang melebihi target, Oktober ini sudah mencapai Rp 4,15 triliun yang berarti sudah 100 persen lebih," kata Kodradi Menurutnya, berdasarkan perhitungan untuk mencapai Rp 5 triliun dapat dicapai jika Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat (KPRSH) yang bulan Oktober 2005 sudah mencapai 53.666 unit, dapat ditambah 22.000 unit lagi dalam tiga bulan mendatang. "Dari hasil inventarisasi di seluruh cabang diperkirakan angka 22.000 itu akan tercapai. Dengan demikian, target KPRSH 75.000 unit akan terpenuhi. Katakanlah KPRSH rata-rata Rp 27,5 juta per unit, sehingga total kredit yang disalurkan dapat mencapai 600 miliar. Belum ditambah kredit lain-lain sekitar Rp 40 miliar," tandasnya. Bahkan dari hasil kalkulasi dimungkinkan kredit BTN mencapai Rp 5,4 triliun. Terkait hal itu, kata Kodradi, telah dilaporkan kepada Menko Perekonomian bahwa BTN sudah merealisasikan kredit Rp 5 triliun atau 25 persen melampaui target. AUL  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130