BTN Jual Hak Tagih
JAKARTA-Bank Tabungan Negara kembali membidik sumber pendanaan baru. Bank pelat merah ini berencana melakukan sekuritisasi aset hak tagihnya melalui security mortgage facility. Penjualan aset tagih yang ditargetkan sebesar Rp 500 miliar. Menurut Direktur BTN
Iqbal Latanro, hak tagih itu akan direalisasi secara bertahap pada Oktober mendatang. Dia juga menjelaskan pertemuan-pertemuan untuk sekuritisasi ini sudah dilakukan. Untuk tahap awal, bank pelat merah ini akan melepas hak tagihnya sebesar Rp 100 miliar pada
tahun ini. Namun, Iqbal mengeluhkan aturan main yang belum jelas. Kata dia, hingga saat ini belum ada instrumen pelak sanaan sekuritisasi. Padahal itu diperlukan untuk mengatur pengalihan hak tanggungan dan pajak jualbeli. ' Sebelumnya, BTN berencana menawarkan
saham perdananya (IPO) ke publik. Realisasi penawaran tersebut, menurut Iqbal, masih dalam proses. Ada kemungkinan realisasinya baru pada triwulan keempat tahun ini. Dari penawaran saham tersebut, dia berharap BTN bisa mendapat tambahan dana Rp 1,5-2,5 triliun.
Seluruh dana dari IPO akan digunakan untuk ekspansi kredit. "Selain itu, untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan rumah susun sederhana," katanya seusai diskusi panel security mortgage facility di Jakarta kemarin.