Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Kaji Peluang Tambah Nilai EBA

Sumber: Bisnis Indonesia, 16 September 2010
27/09/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membuka peluang untuk menaikkan nilai sekuritisasi aset dari target awal Rp. 750 miliar, bergantung pada minat pasar. Proses sekuritisasi aset yang akan menghasilkan efek beragun aset (EBA) tersebut diharapkan sudah rampung pada akhir bulan ini, sehingga produk tersebut bisa tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal bulan depan.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membuka peluang untuk menaikkan nilai sekuritisasi aset dari target awal Rp. 750 miliar, bergantung pada minat pasar. Proses sekuritisasi aset yang akan menghasilkan efek beragun aset (EBA) tersebut diharapkan sudah rampung pada akhir bulan ini, sehingga produk tersebut bisa tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal bulan depan.

“Nilainya sebesar Rp. 750 miliar, tetapi bisa naik apabila minat pasar juga baik,“ ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, Selasa lalu.

Sekuritisasi aset adalah penerbitan surat berharga oleh penerbit efek beragun aset yang didasarkan pada pengalihan aset keuangan dari kreditur kepada pemodal.

Dihubungi dalam kesempatan terpisah kemarin, Direktur BTN Saut Pardede mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui peminat EBA yang akan diterbitkan perseroan. Efek tersebut diterbitkan dengan menggunakan tagihan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebagai aset acuan (underlying asset). “Kalau soal peminat, apakah investor institusi atau individu, sepertinya penjamin emisi yang lebih mengetahui. Sejauh ini, kami belum tahu siapa saja yang berminat ingin membeli efek ini,“ ujar Saut.

Pihak yang bertindak sebagai penjamin emisi untuk penerbitan EBA milik BTN adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, dan PT Trimegah Securities Tbk.

Saut menyebutkan pihaknya juga tengah menunggu peringkat untuk efek yang akan mereka terbitkan. “Targetnya bisa filling [melakukan pendaftaran di Bapepam-LK] pada akhir bulan ini, sehingga sudah bisa tercatat di BEI bulan depan.“

Adapun, Iqbal menyebutkan selain menunggu peringkat dari lembaga rating, pihaknya juga menunggu hasil penilaian dari akuntan publik, konsultan pajak, dan memeriksa kelengkapan berbagai dokumen.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengatakan sekuritisasi aset itu akan digunakan untuk menggenjot KPR yang merupakan mayoritas penyaluran kredit perseroan.

Selama ini, KPR menyerap 92%-94% penyaluran kredit perseroan. Adapun, sebanyak 6%8% kredit lainnya disalurkan untuk sektor konstruksi dan konsumsi.

Hingga akhir semester I/2010, total kredit yang disalurkan oleh bank ini mencapai Rp. 44 triliun, naik dibandingkan dengan Rp. 34,29 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan catatan Bisnis, ini merupakan kali kedua BTN melakukan sekuritisasi aset, setelah pada tahun lalu meraup dana Rp. 500 miliar lewat mekanisme ini.
Penjualan aset Dalam perkembangan lain, PT Lippo Karawaci Tbk telah melakukan perjanjian sale and lease back aset Siloam Hospitals Lippo Cikarang dengan First Real Estate Investment Trust (First REIT) yang berbasis di Singapura.

Selain itu, Lippo Karawaci akan membantu First REIT dalam melakukan akuisisi Siloam Hospitals Semanggi (Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center).

Dari transaksi tersebut, Lippo Karawaci memperkirakan mendapat keuntungan sebesar Rp. 195 miliar, yang akan diamortisasi selama 15 tahun.

Sebanyak Rp. 42 miliar dari nilai tersebut akan diakui pada tahun ini, atau senilai Rp. 2,44 per saham. Kedua transaksi ini ditargetkan akan selesai pada kuartal IV tahun ini.

Dalam rilisnya kemarin, manajemen Lippo Karawaci menyebutkan pihaknya akan melanjutkan penjualan aset-aset rumah sakit perseroan, sejalan dengan strategi untuk meningkatkan jumlah rumah sakit yang dimiliki, dengan menambah 20 rumah sakit baru dalam 5 tahun mendatang. (05) (yeni.simanjuntak@bisnis.co.id)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130