Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Kaji Spin Off Unit Syariah

Sumber: Republika, 24 Mei 2011
25/05/2011
PT Bank Tabungan Negara (BTN) sedang mengkaji kemungkinan spin off (pemisahan) unit usaha syariah (UUS). Menurut Direktur BTN Purwadi, dalam waktu dekat pihaknya bakal bekerja sama dengan mitra untuk meneliti kemungkinan pemisahan ini.
 
PT Bank Tabungan Negara (BTN) sedang mengkaji kemungkinan spin off (pemisahan) unit usaha syariah (UUS). Menurut Direktur BTN Purwadi, dalam waktu dekat pihaknya bakal bekerja sama dengan mitra untuk meneliti kemungkinan pemisahan ini.

"Kita harus pastikan langkah ini efektif atau tidak," ujarnya saat ditemui Republika akhir pekan lalu. la mengatakan, akan menghitung terlebih dahulu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan ini dan sejumlah perhitungan lain.

Menurutnya, jika hasil kajian memungkinkan spin off dilakukan, pihaknya akan merealisasikan hal tersebut paling tidak dua tahun mendatang. "Jadi sekarang, intinya, kita ingin bisnis ini tumbuh dulu di berbagai lini," ujarnya.

Menurutnya, BTN fokus mengembangkan syariah pada sektor ritel, seperti pembiayaan perumahan. la menegaskan, untuk membuat syariah bersaing di pasar, BTN menerapkan strategi bisnis yang serupa dengan bisnis konvensional.

"Secara keseluruhan, hingga akhir tahun kita ingin ini tumbuh di atas Rp 5 triliun," katanya. Selain perumahan, unit syariah juga digenjot melalui dana talangan haji, pembiayaan modal kerja, dan usaha gadai.

Dari sektor pengumpulan dana murah, Purwadi mengatakan, pihaknya optimistis sejumlah produk tabungan yang ditawarkan bakal mampu meningkatkan dana pihak ketiga (DPK). "Kami yakin bisnis ini bisa tumbuh 50 persen," katanya.

Sebelumnya, bisnis syariah BTN tumbuh 44,5 persen. Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menyebutkan, terjadi pertumbuhan aset hingga Rp 3,570 Ttriliun pada Maret 2011, dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 2,461 Triliun.

"Pembiayaan saj a misalnya tumbuh 41,51 persen," ujarnya. Bank milik Negara itu mencatat pembiayaan tumbuh menjadi Rp 3,041 Triliun, dari periode yang sama sebelumnya Rp 2,149 Triliun.

Sementara itu, DPK tumbuh lebih tinggi 56,49 persen. Unit Syariah BTN mencatat peningkatan DPK menjadi Rp 2,47 triliun dari periode yang sama sebelumnya Rp 1,579 Triliun.

Deposito mendominasi dengan pengumpulan dana sebesar Rp 2 Triliun. Terjadi peningkatan sebesar 4,78 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Dana murah berkontribusi Rp 387,242 Miliar. Tabungan mendominasi Rp 256,575 Miliar dan giro Rp 130,667 Miliar. ed: firkah fansuri
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130