Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Kembali Rencanakan Go Public

05/12/2007
 
New Page 1 JAKARTA (Media): PT Bank Tabungan Negara (BTN) berencana menghimpun Rp3 triliun untuk melengkapi kebutuhan dana dalam ekspansi kredit tahun depan. Penghimpunan dana dilakukan melalui penawaran saham perdana (IPO) dan penerbitan obligasi. Direktur Utama BTN Kodradi menyampaikan rencana tersebut di sela Seminar Prospek Ekonomi, Perbankan dan Properti 2008 di Jakarta, kemarin. Ia mengemukakan, rencana penerbitan obligasi dan IPO yang batal dilakukan tahun ini akan diusulkan dapat direalisasikan sekaligus pada 2008. Obligasi yang diperkirakan bernilai Rpl triliun itu akan diterbitkan pada triwulan II, sedangkan proses masuknya BTN ke bursa saham dilaksanakan pada triwulan III. Melalui IPO, Kodradi berharap pihaknya dapat meraup dana segar Rp2 triliun. "Kami akan mengusulkan ini dalam rapat umum pemegang saham," ucap Kodradi. Meski begitu, Kodradi berpendapat realisasi rencana BTN tersebut tidak terlepas dari persetujuan pemerintah selaku pemegang saham. Rencana privatisasi, jelasnya, secara politis telah mendapat persetujuan Panja Privatisasi Komisi XI DPR RI pada November lalu, yang juga dihadiri Kementerian Negara BUMN. Izin tersebut dinilai Kodradi sebagai sinyal persetujuan pemerintah atas rencana IPO BTN. Menurut sumber di BTN yang turut hadir dalam rapat ketika itu, Panja memang meminta agar privatisasi BUMN yang batal dilaksanakan pada 2007 diluncurkan dalam program privatisasi tahun depan. Termasuk di dalamnya adalah BTN. "Dewan menyatakan pemerintah tidak perlu lagi meminta izin karena sudah disetujui," kata dia. Sementara itu, Kodradi juga menuturkan bahwa dana Rp3 triliun dari obligasi dan IPO itu akan melengkapi kebutuhan dana ekspansi kredit perseroan pada 2008. Dalam rencana kerja BTN tahun depan, perseroan menargetkan penambahan kredit baru sebesar RplO,4 triliun. Sisa kebutuhan dana sebesar Rp7 triliun, jelasnya, akan diambil dari pelunasan kredit sebesar Rp4,4 triliun, sekuritisasi aset atau pinjaman dari Sarana Multigriya Facilities sebesar Rp500 miliar, dan dana pihak ketiga sekitar Rp3 triliun. Sebagian besar dari penyaluran kredit BTN tahun depan ditujukan untuk kepemilikan rumah sederhana (RSh) nonsubsidi sebesar Rp5,8 triliun dan RSh bersubsidi Rp325,9 miliar. IPO Bank DKI Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melepas saham Bank DKI ke publik. Pasalnya, bank daerah tersebut dinilai paling siap menjadi perusahaan publik jika dibandingkan dengan BUMD yang lain. "Bank DKI adalah BUMD yang paling siap menjadi perusahaan publik. Namun, kita harus tetap hati-hati jika Bank DKI menjadi perusahaan publik," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di sela acara pencatatan perdana saham PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (Jaya Konstruksi) di Jakarta, kemarin. (Sha/DW/E-1) (Media Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130