Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Lakukan Jual Beli Tagihan KPR dengan SMF

Sumber: Sinar Harapan
24/06/2010
Bank Tabungan Negara (BTN) kembali mengajak PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk bersinergi. Upaya ini dilakukan menyusul suksesnya sekuritisasi KPR yang dilakukan keduanya beberapa waktu lalu. Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama BTN Iqbal  Latanro dan Direktur Utama SMF Erica Soeroto, di Jakarta, Rabu (23/6), keduanya sepakat melakukan jual beli tagihan KPR senilai Rp 500 miHar. "Pola yang kami sepakati ini merupakan alternatif  pendanaan yang ditempuh BTN dalam upaya menyikapi pasar sekunder pembiayaan perumahan yang mulai menggeliat tahun ini," ujar Iqbal, seusai menandatangani nota kesepa­haman tersebut.
 
Bank Tabungan Negara (BTN) kembali mengajak PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk bersinergi. Upaya ini dilakukan menyusul suksesnya sekuritisasi KPR yang dilakukan keduanya beberapa waktu lalu. Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dan Direktur Utama SMF Erica Soeroto, di Jakarta, Rabu (23/6), keduanya sepakat melakukan jual beli tagihan KPR senilai Rp 500 miHar. "Pola yang kami sepakati ini merupakan alternatif pendanaan yang ditempuh BTN dalam upaya menyikapi pasar sekunder pembiayaan perumahan yang mulai menggeliat tahun ini," ujar Iqbal, seusai menandatangani nota kesepa­haman tersebut.
Iqbal menegaskan, mekanisme ini pada dasarnya hampir sama dengan transaksi REPO yang berlaku pada obligasi yang diperdagangkan di pasar uang. Hanya saja, yang digunakan sebagai underlying transaksinya adalah KPR. "Transaksi ini masih sebagai pinjaman, bukan jual beli menjadi tidak bisa diperdagangkan. Karena secara hukum. hak aset tagihan KPR beralih ke PT SMF tetapi secara akuntansi masih milik BTN," papar Iqbal seraya menambahkan bahwa tenor transaksi ini hanya berlaku selama tiga tahun dan .sangat mungkin diperpanjang.
Menyinggung soal suku bunga dalam transaksi jual beli hak tagih KPR ini, menurut Iqbal, besarnya lebih kecil dan bunga obligasi, tetapi di atas suku bunga deposito.
"Kami berharap dengan transaksi ini, kami tetap bisa mempertahankan market leader dalam pembiayaan perumahan," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama Dirut SMF Erica Soeroto mene­gaskan pihaknya memang sepa­kat meminjamkan dana kepada BTN untuk menambah pembi­ayaan KPR dalam bentuk term purchase programme (TPP) den­gan tenor tiga tahun.
"Kami berharap dengan pola ini akan dapat membantu semakdn banyak keterjangkauan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak,"ujarnya.
(ant/sat)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130