Eng Ind
Home > BTN Info > Info > Berita BTN > BTN Lebih Khawatirkan PHK Nasabah

BTN Lebih Khawatirkan PHK Nasabah

26/05/2008
New Page 1 JAKARTA, KOMPAS - Dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak, Bank Tabungan Negara lebih mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja yang menimpa nasabahnya yang bekerja di perusahaan swasta ketimbang kemungkinan naiknya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Hal itu dikemukakan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Minggu (25/5). Berdasarkan pengalaman 2005, kata dia, pasca kenaikan harga BBM waktu itu terjadi PHK yang dialami pekerja di Tangerang. "Sebagian dari pekerja itu adalah nasabah BTN yang mengambil rumah sederhana sehat (RSH) sehingga mereka tidak bisa melanjutkan angsuran KPR-nya ke BTN," ungkap Iqbal. Dampak kenaikan harga BBM, kata Iqbal, biasanya baru bisa dirasakan lima bulan kemudian. Oleh karena itu, BTN belum bisa memastikan apakah suku bunga KPR akan naik atau tidak. "Yang jelas, untuk KPR bersubsidi telah diputuskan bahwa jumlah angsurannya tetap meski harga jual RSH sudah naik dari Rp 49 juta menjadi maksimal Rp 55 juta per unit," ujar Iqbal. Soal KPR untuk apartemen bersubsidi, Iqbal meyakinkan tidak akan ada yang salah sasaran karena setiap nasabah yang akan mengambil apartemen bersubsidi akan diseleksi dengan ketat. Pengamat properti, Panangian Simanungkalit, menambahkan, walaupun inflasi tahun ini akan tembus 11 persen, tahun depan dipastikan akan turun kembali ke single digit. Oleh karena itu, dia optimistis perbankan tidak akan menaikkan suku bunga KPR. "Dampak kenaikan BBM hanya sebentar saja, setelah itu akan normal kembali," kata Panangian Simanungkalit (GUN)