Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Lebih Untung Jika Go Public

04/04/2005
 
Jakarta- Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi mengatakan, BTN akan lebih untung jika melakukan penawaran saham perdana (go public) ketimbang rencana lainnya, termasuk merger. Tiap penambahan modal baru sebesar Rp 1 triliun, Kata Kodradi, kredit BTN bisa berlipat-lipat menjadi Rp 14 triliun.          “Kita lebih untung kalau melakukan IPO. Dengan begitu, maka pendanaan kita lebih kuat ketimbang corporate action lainnya,” kata Kodradi, dalam paparan publik penawaran obligasi BTN ke-11, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3).          Menurut Kodradi, peningkatan kemampuan kredit itu bisa terjadi, karena asset tertimbang menurut risiko (ATMR) BTN hanya dihitung 50%. Beda dengan Bank-bank lain yang umumnya mencapai 100%. Dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 15% maka BTN menyalurkan kredit Rp 7 triliun. Sehingga, jika modalnya ditambah Rp 1 triliun saja, BTN bisa melipatgandakan kreditnya menjadi dua kali lipat, atau Rp 14 triliun. “Kalau modal saya tambah Rp 1 triliun fresh, kemampuan kredit saya bisa Rp 14 triliun, karena ATMR BTN hanya 50 persen,” papar Kodradi.          BTN menyerahkan sepenuhnya rencana go public itu pada pemegang saham. Sejauh ini, menurut Kodradi, belum ada tanda-tanda bahwa Menneg BUMN akan mengizinkan BTN melakukan IPO. Hanya saja, manajemen BTN siap jika diminta melakukannya pada tahun ini. “Sekarang disuruh saya siap,” jelas Kodradi dengan mantap.          Dia yakin jika BTN go public, maka saham yang ditawarkan ke masyarakat itu akan laris bak kacang goreng. Apalagi, return on equity BTN per akhir Desember 2004 mencapai 40,9%. Dengan net interest margin 5,3%.          Kodradi mengaku sudah mengajukan usulan rencana bisnis BTN hingga tahun 2011 kepada Bank Indonesia dan ditembuskan ke Menneg BUMN. Dalam rencana bisnis itu diuraikan posisi BTN dalam Arsitektur Perbankan Indonesia, termasuk rencana IPO. Namun, dalam rencana bisnis tahun 2005 ini, rencana IPO itu tidak dimasukkan.          Dalam perkiraan yang dibuat Bank BTN bersama Mandiri Securitas disebutkan bahwa pada tahun 2010 mendatang, total asset BTN akan meningkat dari Rp 26,7 triliun menjadi Rp 36 triliun. Kredit yang disalurkan meningkat dari Rp 12,6 triliun menjadi Rp 24,5 triliun.          BTN juga akan melipatgandakan dana tabungan dari Rp 6 triliun menjadi Rp 13 triliun pada tahun 2010 mendatang. Sementara, dana deposito akan diturunkan dari Rp 11 triliun menjadi Rp 9,7 triliun.          Ekuitas BTN meningkat 125,9% dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 2,7 triliun. Dengan ekuitas sebesar itu, maka hingga tahun 2010, BTN semakin memantapkan diri dalam API sebagai bank yang fokus.          Lebih lanjut, Kodradi mengatakan pihaknya berniat menerapkan SMF (Secondary Mortgage Facility). Dengan fasilitas itu, maka BTN  bisa menggunakan dana sekitar Rp 3 triliun dari total outstanding kredit tahun 2004 yang sebesar Rp 12,6 triliun. “Kalau kita bisa melakukan SMF, kita bisa menjual sekitar Rp 3 triliun. Dan dana ini bisa dikucurkan untuk kredit baru,” tukasnya.          Saat ini komposisi kredit non subsidi sebesar 54 persen dan kredit bersubsidi 46 persen dari total kredit sebesar Rp 12,6 triliun. Untuk tahun 2004 total kredit baru diperkirakan mencapai Rp 4,08 triliun yang pendanaannya berasal dari obligasi dan kas internal BTN.          BTN juga berencana menurunkan bunga kredit pagu teratas dari kisaran bunga BTN saat ini yakni 13-14,5 persen. Penurunan bunga kredit itu menurut Kodradi memungkinkan, karena BTN akan melakukan efisiensi dengan menurunkan cost of fund biaya kredit. Obligasi Syariah.          Selain menerbitkan obligasi ke-11 senilai Rp 750 miliar, BTN juga berencana menerbitkan obligasi syariah pada semester II 2005 senilai Rp 100 miliar. Semula BTN merencanakan obligasii syariah ini bisa diterbitkan bersamaan, namun karena penentuan nisbah (porsi bagi hasil) obligasi syariah ini harus mengikuti perkembangan asset, maka BTN menundanya hingga beberapa bulan ke depan. “Sekarang kita baru tahap menjejaki. Seluruh dananya untuk KPR Syariah,” jelas Saut Pardede, GM Treasury BTN. 
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130