Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Maksimalkan Sektor Rumah Sederhana

26/10/2005
 
JAKARTA (Media): Bank Tabungan Negara (BTN) akan mengoptimalisasikan sektor rumah sederhana sehat (RSh) agar penyaluran kreditnya melebihi Rp5 triliun. "Kalau dibilang melebihi target, Oktober ini sudah mencapai Rp4,15 triliun yang berarti sudah lebih dari 100%. Namun, kami usahakan agar jumlahnya melebihi Rp5 triliun," kata Dirut BTN Kodradi usai berbuka puasa bersama di Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan target penyaluran kredit sebesar Rp5 triliun itu dapat tercapai jika kredit pemilikan rumah sederhana sehat (KPRSh) ditambah menjadi 22.000 unit lagi dalam tiga bulan mendatang. Hingga Oktober 2005, kredit yang disalurkan BTN sudah mencapai 53.666 unit. "Katakanlah KPRSh rata-rata Rp27,5 juta per unit, sehingga total kredit yang disalurkan dapat mencapai Rp600 miliar. Belum ditambah kredit lain-lain," ujar Kodradi. Bahkan dari hasil kalkulasi, dimungkinkan kredit BTN mencapai Rp5,4 triliun. Menko Perekonomian pun telah menerima laporan bahwa BTN sudah merealisasikan kredit Rp5 triliun atau 25% melampaui target. Dia mengakui pemerintah kini masih disorot soal besarnya kredit konsumsi, namun harus juga dicatat kredit di sektor lain seperti investasi dan modal kerja juga mengalami kenaikan. Menurutnya, untuk menyalurkan kredit ke sektor lain, BTN harus bergantung kepada permintaan pasar dan mempertimbangkan faktor risiko. Kodradi mengatakan justru yang dikhawatirkan kini faktor makroekonomi pasca kenaikan harga BBM yang menyebabkan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja. Sementara itu, masyarakat tidak memperoleh pendapatan lain. "Itu artinya rasio kredit bermasalah juga meningkat," ungkap Kodradi. Dia berharap agar kegiatan ekonomi tetap berjalan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran. "Semoga tahun depan ada penyesuaian dengan asumsi akan kenaikan investasi. Apalagi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan investasi akan meningkat sehingga lapangan kerja bertambah." Perbankan saat ini telah mengubah kebijakannya dari asset driven menjadi liability driven. Konsekuensinya, bank harus mencari pasar dan menetapkan bunga sendiri. Walaupun pihaknya sudah menaikkan suku bunga akibat naiknya suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 11%;, namun BTN tetap komitmen tidak menaikkan bunga KPRSh sampai akhir 2005, sebesar 14,5%. (EC/S-3)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130