Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Masih Dominasi Bisnis Pembiayaan Perumahan

Sumber: Harian Ekonomi Neraca, 20 Mei 2011
20/05/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk, (BTN) masih terus mendominasi bisnis pembiayaan perumahan nasional. Saat ini, market share BTN untuk bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 27%. Namun BTN merupakan pengucur KPR bersubsidi terbesar yang menguasai pangsa pasar hingga 97%.

 
PT Bank Tabungan Negara Tbk, (BTN) masih terus mendominasi bisnis pembiayaan perumahan nasional. Saat ini, market share BTN untuk bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 27%. Namun BTN merupakan pengucur KPR bersubsidi terbesar yang menguasai pangsa pasar hingga 97%.

Kondisi ini ikut membawa kinerja saham BBTN terus kinclong. Terbukti, pada akhir tahun 2010, harga saham BBTN ditutup pada posisi Rp. 1.640 per lembar. Namun pada 31 Maret 2011, harganya bergerak naik ke level Rp. 1.680 per lembar saham.

Menurut Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah, dari 27,07% saham publik BBTN, sekitar 70% dimiliki pemegang saham dari luar negeri. Sementara investor lokal hanya menguasai 30% saja.

"Investor asing ternyata memberikan apresiasi lebih baik pada kiprah BTN dalam mendukung program penyediaan perumahan bagi rakyat," terang Evi.

Dia menambahkan, untuk menciptakan pasar saham yang bagus, pemerintah harus memberikan insentif untuk kalangan investor. "Insentifnya bisa berupa pengurangan pajak," tutur Evi.

Sementara itu, Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro menjelaskan, BTN akan berusaha tetap menjadi pemimpin dalam pembiayaan perumahan.

Dia menyebut, BTN juga akan meningkatkan pelayanan agar tidak kalah dengan bank asing yang melakukan ekspansi ke sektor perumahan. "Pertumbuhan dalam tahun 2011 tetap akan difokuskan pada kredit perumahan yang masih memiliki potensi yang sangat besar di masa mendatang," jelas Iqbal usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTN di Jakarta, Kamis (19/5).

Menurut Iqbal, selama tahun 2010, kredit pembiayaan perumahan BTN mengalami pertumbuhan sebesar 26,5% atau Rp 51,55 Triliun dibanding 2009 sebesar Rp 40,73 Triliun.

Kenaikan itu mendorong laba bersih BTN naik sampai 86,7% dari Rp490 miliar pada 2009 menjadi RP 915 Miliar pada 2010. Aset BTN sendiri tercatat sebesar Rp 68,39 Triliun atau naik 17%.

Iqbal juga menjelaskan, sepanjang tahun 2010 Bank BTN telah memperkuat dasardasar pertumbuhan berkelanjutan perusahaan. Beberapa program yang dilakukan antara lain dengan melakukan perubahan struktur organisasi yang lebih berorientasi pada bisnis dan nasabah, launching dan repackaging beberapa produk dan layanan, serta penambahan jaringan kantor dan ATM yang lebih luas. "Bank BTN juga memperkuat sisi SDM, teknologi informasi dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) untuk mendukung bisnis yang semakin luas," terangnya.

Iqbal mengungkap, dalam RUPST BTN 2011, para pemegang saham telah memutuskan pembagian dividen sebesar 30% dari laba bersih atau sekitar Rp 274,5 Miliar. BTN sendiri mencatat total laba bersih sebesar Rp915 miliar. Menurutnya, alokasi deviden sekitar 30% dari laba karena para pemegang saham ingin mendorong BTN melakukan ekspansi bisnis lebih kuat di tahun 2011.

Dia menyebut, para pemegang saham juga telah menyetujui penggunaan 1,5% dan 2% dari laba bersih digunakan untuk program kemitraan dan bina lingkungan. Sedangkan sisanya digunakan untuk cadangan atau memperkuat modal perseroan. "Dividen yang dibagikan sebesar 30% dari laba atau Rp 31 per lembar saham," jelas Dia.

Iqbal menuturkan, dalam RUPS juga disetujui penambahan satu orang komisaris, yaitu Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat DR Iskandar Saleh sebagai komisaris BTN. Iskandar Saleh merupakan ahli keuangan yang meraih gelar Doktor di salah satu Perguruan Tinggi terkemuka di Amerika Serikat. kam
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130