Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Masih Hitung Harga Saham IPO

Sumber: Harian Kontan
19/11/2009
JAKARTA. Penawaran umum saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan segera dimulai. Dibantu oleh Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities sebagai penjamin emisi IPO, bank pelat merah ini akan melepas 26% saham ke publik. Sedangkan 4% dibagikan ke manajemen dan karyawan.
 
Saut Pardede, Direktur BTN mengatakan, skema dan komposisi IPO BTN kali ini tak I berbeda dengan proposal IPO  yang pernah disampaikan perusahaan di depan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada akhir tahun 2007 lalu. "Hanya 4% saham untuk karyawan dan manajemen baru ditawarkan pada akhir 2009," katanya kepada KONTAN, kemarin.

Tapi, dia belum mau mengungkapkan harga penawaran saham IPO tersebut. BTN masih menghitung harga IPO yang pas berdasar rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV).

Sebagai perbandingan, ketika IPO Bank Rakyat Indonesia (BRI) beberapa tahun lalu, harga penawarannya sebesar 1,75 kali dari nilai buku. Sedangkan harga IPO Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI) masing-masing sebesar 1,35 kali dan 1,7 kali dari nilai buku.

Nah, hingga kini, BTN belum menetapkan acuan PBV dan harga saham IPO mereka.

Yang jelas, bank ini menargetkan bisa meraup dana sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun dari hajatan tersebut. Seluruh hasil dana akan digunakan untuk memperkuat modal.

Menurut Kepala Riset Eurocapital Peregrine Securities Poltak Hotradero, IPO BTN di akhir tahun ini sangat tepat dan menguntungkan. Sehingga, bisa mendatangkan hasil maksimal bagi BTN. Alasannya, saat ini sektor kredit perumahan sedang digemari oleh pelaku pasar.

Apalagi, sejak beberapa bulan terakhir ini bunga kredit perumahan (KPR) menunjukkan tren penurunan. Di sisi lain, para pelaku pasar selalu menyambut antusias IPO perusahaan-perusahan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Toh, semua itu bukan merupakan jaminan bahwa saham BTN akan laris manis di pasar. "Tergantung harganya," kata Poltak. Investor akan membandingkan harga itu dengan kinerja keuangan BTN.

Veby Mega
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130