Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Menerbitkan KIK-EBA Rp 750 Miliar

Sumber: Kompas, 28 Desember 2010
03/01/2011
Menjelang penutupan tahun 2010, PT Bank Tabungan Negara menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset senilai Rp 750 miliar.

 
Menjelang penutupan tahun 2010, PT Bank Tabungan Negara menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset senilai Rp 750 miliar.

Dalam penerbitan yang berlaku efektif pada 23 Desember 2010 itu, Bank Mandiri bertindak selaku bank kustodian.

Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro kepada Kompas menjelaskan, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) ini merupakan yang ketiga kalinya diterbitkan BTN.

"Nilainya terbesar. Selama ini KIK-EBA yang diterbitkan BTN paling tinggi nilainya Rp 500 miliar,"kata Iqbal di Jakarta, Senin (27/12).

Pembeli KIK-EBA tersebut adalah dana pensiun, perusahaan sekuritas, perbankan, dan PT Sarana Multigriya Finance (SMF). PT SMF juga bertindak sebagai standing buyer.

Menurut Iqbal, hasil terpenting dari aksi korporasi kali ini untuk menjadikan portofolio kredit yang semula tidak likuid menjadi likuid.

Langkah ini sekaligus untuk mendukung ekspansi kredit BTN tahun 2011. Selain itu juga menjawab masalah maturity mismatch dalam pembiayaan kredit pemilikan rumah oleh BTN.

"Selama ini kan orang selalu bilang, BTN banyak mengucurkan kredit jangka panjang tetapi sumber dananya jangka pendek. Jadi, langkah ini merupakan sekuritisasi efek bank," kata Iqbal Latanro.

Penerbitan KIK-EBA diatur dalam peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor IX.K.1. KIK- EBA merupakan kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mengikat pemegang EBA.

Per kuartal III-2010, kredit yang dikucurkan BTN sebesar Rp 42,9 triliun, meningkat 29 persen dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,48 persen.

Laba BTN selama sembilan bulan pertama tahun 2010 sebesar Rp 597 miliar, naik 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2009.

Aset BTN pada kuartal III- 2010 mencapai Rp 63,498 triliun. Adapun dana pihak ketiga sebesar Rp 43,029 triliun.

Selain BTN, sejumlah bank lain juga melakukan aksi korporasi pada akhir tahun 2010 untuk mendukung ekspansi kredit pada tahun 2011. Di antaranya PT Bank Danamon Indonesia yang memperoleh Rp 2,8 triliun dari penerbitan obligasi rupiah II.

Direktur Treasury, Capital Market, and Financial Institutions Bank Danamon Pradip Chhadva beberapa waktu lalu mengatakan, jumlah itu terdiri dari obligasi dengan tenor tiga tahun Rp 1,879 triliun dan tenor lima tahun Rp 921 miliar.

PT Bank CIMB Niaga juga telah menyelesaikan penerbitan obligasi subordinasi II senilai Rp 1,6 triliun, yang didaftarkan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Desember 2010. Selaku penjamin emisi tunggal dalam penerbitan obligasi subdebt dengan pembayaran pokok obligasi pada akhir tahun ke-10 itu adalah PT CIMB Securities Indonesia.

Penawaran awal CIMB Niaga sebesar Rp 500 miliar dengan kisaran kupon 10,5-11 persen. Terjadi oversubscribed atau kelebihan permintaan hingga mencapai Rp 2 triliun.

Sekitar 55 persen permintaan dari lembaga investasi, 25 persen perusahaan, dan 20 persen dari perseorangan. Sekitar 16 persen pembeli obligasi subdebt dari luar negeri, baik lembaga investasi maupun investor ritel. (idr)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130