Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Minta Izin Pemerintah Jual Saham ke Publik

04/04/2005
 
Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (BTN) meminta pemerintah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penawaran saham perdana ke publik (Initial Public Offering atau IPO).          “Jadi, kalau saya diperbolehkan, supaya adil, tolong dong kami juga diberikan untuk IPO dan jual saham seperti kacang goreng,” kata Direktur Utama Kodradi seusai paparan publik di Jakarta, Kamis (24/3).          Ia optimis, jika saham BTN dilepas ke publik, akan laku seperti halnya bank-bank pemerintah lainnya. “Return on equity (pengembalian dalam bentuk modal) kami saja bisa 40 persen. Saya yakin kalau dijual pasti laku.”          Sebelumnya dua bank pemerintah, yaitu PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, sudah melakukan IPO. Penjualan perdana saham kedua bank itu mendapat tanggapan positif dari pasar. PT Bank Negara Indoenesia Tbk sudah lebih dulu mencatatkan sahamnya di bursa.          Tapi, ia menambahkan, keputusan sepenuhnya ada di tangan pemerintah sebagai pemegang saham, apakah akan mengizinkan atau tidak. “Kalau sekarang disuruh (IPO), saya siap.”          Menurut Kodradi, IPO merupakan alternatif pendanaan lain selain merger (penggabungan) dengan bank lain. Tapi ketika ditanya apakah artinya BTN menganggap tidak perlu dimerger, ia menegaskan tidak berkesimpulan seperti itu.          Saat dimintai ketegasannya, Kodradi mengatakan, keputusan apakah akan merger atau memberikan izin IPO sepenuhnya ada di tangan pemerintah. “Pemegang saham yang harus mempertimbangkan secara profesional supaya lebih adil. Saya yakin pemerintah pasti akan melakuakan kajian yang mendalam Indonesia masih berada di bawah pengawasan IMF (Dana Moneter Internasional), pihaknya sudah pernah membentuk tim untuk melakukan IPO. Tapi saat itu IMF masih meragukan kemampuan BTN, sehingga pemerintah disuruh melakukan studi independen.          Kemudian pada 2002 studi independen itu baru selesai. Ketika sudah selesai, BTN ditetapkan menjadi Bank yang berdiri sendiri dengan fokus bisnis ke-pembiayaan perumahan. “Kemudian IPO nya nggak jadi prioritas.”          Sementara itu, dalam paparan publiknya BTN mengumumkan penerbitan obligasi ke-11 maksimal Rp 750 miliar. Obligasi yang mendapat peringkat A dari Pefindo itu ditawarkan dengan bunga tetap 10,25-11,25%.          Kodradi menjelaskan, obligasi ini terdiri atas dua seri, yakni seri A yang berjangka waktu 5 tahun dengan bunga yang ditawarkan 10,25-11% dan obligasi seri B yang berjangka waktu 7 tahun dengan kisaran bunga yang ditawarkan 10,625-11,25 persen per tahun. “Jumlah masing-masing obligasi belum bisa ditentukan karena bergantung pada minat investor.”          Bertindak sebagai penjamin emisi obligasi BTN adalah PT AAA Sekuritas, PT Trimegah Securities, dan PT Mandiri Sekuritas dengan wali amanat PT Bank Niaga Tbk.                 
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130